Hate Speech Terjadi Lagi, Gunakan Foto Ibu Negara Kali Ini

Diduga menyebarkan hate speech dengan menggunakan foto Ibu Negara, H, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri. (Foto: dok. Mabes Polri)

INFONAWACITA.COM – Pelaku hate speech atau ujaran kebencian dan SARA melalui Facebook berinisial H (38) dibekuk Satgas Patroli Siber Bareskrim Mabes Polri. Ia kena cokok di kediamannya, kawasan Cicadas, Kota Bandung, pada Selasa (21/11) malam.

“Pelaku menggunakan akun Facebook atas nama Fajrul Anam dengan profile picture wajah Ibu Iriana Jokowi untuk menyebarkan ujaran kebencian, SARA, penghinaan terhadap Presiden, Ibu Iriana Jokowi, tokoh-tokoh masyarakat dan hoaks yang memprovokasi,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol. Fadil Imran dalam keterangan tertulisnya yang diterima Infonawacita.com di Jakarta, Rabu (22/11).

Dari tangan pelaku, lanjut Fadil, satgas siber berhasil menyita barang bukti satu unit HP Samsung Galaxy GTS, dua Simcard Axis dan Telkomsel, pasport serta KTP atas nama H.

“Dalam device yang disita petugas, tersimpan sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk. Tersangka mengakui dengan sengaja membuat 4 akun FB, yang semuanya menggunakan wajah Ibu Iriana Jokowi untuk menyamarkan identitasnya dan mendistribusikan berbagai konten terlarang ke beberapa grup yang dimilikinya. Penyidik masih terus mendalami motif tersangka melakukan kejahatan tersebut,” lanjut Fadil.

“Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan hate speech lainnya termasuk pengembangan terhadap pelaku lainnya,” tambah Fadil.

Dijerat UU ITE

Tersangka terancam dengan hukuman 6 tahun penjara karena konten-konten postingan yang menurut ahli, postingan tersebut merupakan larangan dalam UU ITE, Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

“Dengan pengungkapan ini, masyarakat dihimbau untuk lebih cerdas, bijak dan bermartabat dalam menggunakan media sosial, agar keutuhan bangsa dapat terus terjaga,” tutup Fadil. (ZH/yi)