Harga Minuman Soda Melonjak di Pedalaman Papua

Ilustrasi minuman bersoda (foto: sewarga.com)

INFONAWACITA.COM – Masa-masa perayaan Natal dan menjelang tahun baru 2018, harga berbagai kebutuhan termasuk minuman soda atau kemasan mengalami kenaikan yang signifikan terutam di daerah pedalaman Papua seperti di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Salah satu masyarakat Serui, Sadar Parlindungan Saragih mengatakan bahwa harga minuman kemasan di daerah itu cenderung melonjak cukup tinggi dari harga sebelumnya.

Misalnya seperti minuman dengan merek cocacola, sprite dan fanta untuk ukuran satu liter yang sebelumnya hanya dijual Rp 100 ribu per lusin, kini naik bervariasi antara Rp 140.000-Rp 150.000 per lusin.

Seperti yang dilansir dari tabloidjubi Senin, (25/12) hal yang sama terjadi pada minuman soda kaleng merek yang sama, biasanya hanya dijual Rp 90 ribu per lusin, kini saat hari pertama Natal naik menjadi Rp 120 ribu per lusin.

Menurut Sadar, kenaikan harga dipicu karena meningkatnya permintaan masyarakat juga yang kedua disebabkan stok minuman soda di Yapen yang kian menipis.

Hal senada juga disampaikan Ebson, masyarakat Serui lainnya yang mengaku kesulitan mendapatkan minuman kemasan tersebut, padahal sangat dibutuhkan untuk perayaan Natal.”Kalaupun dapat, harganya sudah naik. Naiknya pun banyak sekali,” jelasnya.

Stok Menipis

Nurhayati, seorang distributor minuman kemasan di Pasar Serui mengatakan harga naik karena pihaknya merespons lonjakan permintaan konsumen.

“Kami menjual dengan harga tinggi karena stok terbatas, jadi kami datangkan dari Kabupaten Nabire dan Biak Numfor,” ujarnya.,” kata Nurhayati.

Senada dengan Nurhayati, Ilham pedagang minuman di Toko Serui Indah juga mengatakan terpaksa menaikan harga karena stok yang terbatas dan kebanyakan kios atau pusat perbelanjaan di Serui sudah tida memiliki stok minumam soda. (RA/HG)