Gunung Agung, Jonan: Nggak Usah Khawatir

ilustrasi (Foto: breakingnews.co.id)

INFONAWACITA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengimbau masyarakat, agar tidak khawatir. Terutama dengan pengurangan radius zona bahaya pada aktifitas Gunung Agung di Bali.

Seperti keterangan rilis yang diterima pada Kamis (11/1), Jonan memastikan jika pengurangan ini sudah berdasarkan pengamatan teknis vulkanologi. Terutama dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Saat ini, pemerintah memang telah mengurangi zona bahaya aktifitas Gunung Agung. Dari sebelumnya 8 hingga 10 KM, menjadi 6KM. Pengurangan zona bahaya ini berdasarkan pengamatan dan perhitungan teknis vulkanologi.

“Nggak usah khawatir. Kita ngurangin radius ini bukan tanpa dasar. Real saja (sesuai dengan analisa vulkanologi-red). Tidak ditambahi, tidak dikurangi,” tegas Menteri Jonan dalam kunjungannya ke pos pengamatan Gunung Agung di Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali pada Rabu (10/1) tengah malam.

Keselamatan Pertimbangan Utama

Keselamatan manusia, imbuh Menteri Jonan, merupakan pertimbangan utama. Khususnya dalam pengambilan kebijakan terkait radius awas Gunung Agung. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Yang penting arahan Bapak Presiden itu, keselamatan manusia yang sesuai dengan kondisi faktual. Sehingga tidak mengganggu kegiatan masyarakat, seperti kegiatan pariwisata,” jelas Menteri ESDM.

Pada kunjungan kerja kali ini, Menteri Jonan mengajak juga kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. Guna merancang lebih lanjut mitigasi bencana, terutama bagi para pengungsi.

“Saya ke sini itu mengajak Kepala BNPB karena ada kepentingan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi,” lanjut Menteri ESDM.

Terkait penanganan dampak dari hasil rekomendasi PVMBG, Kepala BNPB telah melakukan berbagai upaya. Termasuk membangun early warning system dengan melalukan pengungsian di 10 desa.

“Ada 10 desa yang harus diungsikan. Kalau kita total, sebanyak 32.666 jiwa. Ini kita tata kembali bagaimana penanganannya. Termasuk dukungan logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya,” kata Willem.

10 desa  yang masuk dalam radius bahaya 6 KM yaitu Desa Besakih, Ban, Dukuh, Kubu, Baturinggit, Datah, Nawakerti, Buana Giri, Jungutan dan Sebudi.

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental, hingga 10 Januari 2018 pukul 23.59 waktu setempat, Gunung Agung secara keseluruhan nampak jelas tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih. Dengan intensitas tipis hingga sedang. Dengan ketinggian 500 m di atas puncak ke arah timur.

Dengan demikian, masyarakat yang berada di luar radius 6 km bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi tetap menjaga kewaspadaan. Hal ini dikarenakan zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi. Serta dapat diubah sewaktu-waktu. Mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.

“Kewaspadaan kita pertahankan, sambil kita perbaiki mitigasinya,” tutup Willem. (DS/zh)