GRN Dukung Jokowi-Cak Imin, Representasi Nasionalis-Nahdliyin di 2019

Presiden Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar dalam sebuah pertemuan di Istana Merdeka. (foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar dalam sebuah pertemuan di Istana Merdeka. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Dukungan bagi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 mengalir. Kali ini datang dari kaum muda Yogyakarta yang menamakan diri Guyub Rukun Nusantara (GRN).

Koordinator GRN Andy Kartala dalam pernyataan tertulis yang diterima Infonawacita.com, Rabu (15/11) menyatakan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap dan pikiran mereka untuk NKRI ke depan.

“Kami anak-anak muda Jogjakarta yang mencintai Indonesia dan berharap yang terbaik untuk negeri ini. Oleh karenanya, kami merasa penting untuk menyuarakan harapan dan isi hati kami,” tulis Andy di Sleman, Yogyakarta.

Nasionalis dan Nahdliyin

GRN, menurut Andy, telah mengamati dua sosok tokoh nasional yang dapat membawa Indonesia dalam adil berkemakmuran dan makmur berkeadilan.

“Sosok Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar adalah sosok harapan masyarakat Indonesia,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan fakta bahwa kekuatan Nasionalis dan Nahdliyin sudah terbukti dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, sebagai kelompok yang berperan penting dalam membebaskan Republik kita dari kolonialisme.

“Pasca kemerdekaan hingga kini, keduanya pun tetap memperjuangkan penguatan nilai-nilai dasar kebangsaan dan NKRI,” lanjutnya seraya menambahkan bahwa Jokowi dan Cak Imin merupakan representasi nasionalis dan Nahdliyin yang dapat mewakili keragaman rakyat dan budaya Indonesia.

Andy menyatakan pula Jokowi dan Cak Imin peduli pada isu kerakyatan. Keduanya mengedepankan aspek pembenahan ekonomi rakyat kami harap nantinya dapat menjadi yang terdepan dibanding soal-soal politik praktis.

Diterima semua kalangan

Faktor lain yang membuat GRN mendukung Cak Imin untuk mendampingi Jokowi adalah sosoknya sebagai tokoh muda nasional yang bisa diterima semua kalangan.

“Meskipun Nahdliyin merupakan aliran Islam mayoritas di Indonesia, kami sama sekali tidak khawatir dengan posisi kaum minoritas. NU selalu bersikap moderat dan mengedapankan harmoni,” papar Andy.

Ditegaskannya, sudah saatnya Indonesia ini dipimpin tokoh muda yang progresif dalam membangun bangsa. Tokoh yang mempunyai kemampuan untuk berbicara dan mendengarkan semua golongan, tanpa prasangka maupun stigma.

“Semoga dengan Jokowi-Cak Imin akan membawa Indonesia lebih maju di masa mendatang dan terhindar dari kembalinya Indonesia ke zaman Orde Baru dengan gaya fasis model militerisme,” pungkas Andy. (*)