Gelar Sidang Kabinet, Ini Fokus Presiden Jokowi di Akhir Periode Pertama

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap memimpin rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/5/19). (Foto: Rahmat/Humas Setkab)

INFONAWACITA.COM – Di sisa masa jabatan periode pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprioritaskan perhatian terhadap impor, investasi dan perizinan. Membagikan foto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Jokowi menggelar rapat Kabinet siang tadi.

“Menuju sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, siang ini. Yang dibahas soal ekspor impor, investasi dan perizinan, juga tantangan dan hambatan menuju Indonesia maju,” tulis Presiden Jokowi dalam akun Instagramnya @Jokowi pada Senin (8/7/2019).

 

Presiden menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7) siang. Dalam sidang tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung masalah investasi.

Di dampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Jokowi mengingatkan, sudah berapa puluh kali telah dia sampaikan agar investasi yang berkaitan dengan ekspor, yang berkaitan dengan barang-barang substitusi impor untuk tutup mata, berikan izin secepat-cepatnya.

“Tapi kejadian yang ada di lapangan, tidak seperti itu,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip setkab.go.id

Berbagai Masalah Perizinan

Ia menunjuk contoh dari Kementerian Kehutanan misalnya, masih lama, terutama yang menyangkut urusan lahan.

Presiden juga mengutip cerita Wakil Presiden (Wapres) mengenai petrochemical yang diperlukan tetapi berhenti sudah setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. “Urusan kecil tapi ya ini menghambat,” ujarnya.

Demikian pula di Manado, Presiden menyampaikan kekurangan hotel, (investor) hotel berbondong-bondong mau bikin. Tapi urusan yang berkaitan dengan tata ruang, lanjut Presiden, sebetulnya dari Menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan.

“Semua hal seperti ini kalau secara detail, kita ini terbelit oleh rutinitas dan tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan yang riil kita hadapi. Ya sampai kapanpun kita juga tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya mendahulukan kerja yang terintegrasi, kerja tim antar kementerian.

Tampak hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Muldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto