Gelar Festival KLA 2018, Kemenpppa: Pastikan Hak-hak Anak Tercapai

INFONAWACITA.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perllindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, didampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menghadiri Festival Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018 yang digelar di Bandung, pada Minggu (16/12/2018).
“Dalam melaksanakan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak melalui KLA, kita harus memastikan bahwa hak-hak anak Indonesia tercapai, antara lain melalui pelayanan akta kelahiran, pelayanan konseling keluarga diantaranya melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), dan kiprah partisipasi anak melalui Forum Anak, yang diberi peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P),” ujar Menteri PPPA.
Dalam Festival KLA 2018 tersebut, kita dapat melihat bentuk-bentuk pengembangan Sekolah Ramah Anak, Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak, Pusat Kreativitas Anak serta bagaimana anak mendapatkan Informasi Layak Anak melalui Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) dan berbagai bentuk layanan lainnya yang semuanya harus ramah anak, seperti yang dilansir dari kemenpppa.go.id.

Komitmen Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa selama masa kepemimpinannya 5 tahun ke depan, 27 Kabupaten/Kota di provinsi Jawa barat berkomitmen harus masuk zona hijau KLA. Namun selama ini, Jawa Barat sedang dihadapkan pada tiga masalah utama, satu di antaranya adalah tingginya angka gizi buruk yang prevalensinya dialami oleh 30% anak – anak di Jawa Barat dan stunting. Oleh karenanya, selain meluncurkan program “Sekoper Cinta” atau Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita – cita sebagai wadah bagi perempuan Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sehingga mampu memberdayakan dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Semua hal tersebut dilakukan demi mewujudkan visi Provinsi Jawa barat ke depan, yakni “Jabar Juara Lahir Batin”. Visi ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga berfokus pada ketahanan keluarga, karena keluarga merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera.
“Kerja bersama demi perempuan dan anak, baik antara Pemerintah dengan berbagai organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan perguruan tinggi harus terus dilakukan. Dengan demikian keluarga, masyarakat dan bangsa ini memiliki daya tahan yang kuat, baik spiritual, ekonomi dan sosial, dan masa depan bangsa ini menjadi semakin baik dan cerah. Jika kita selamatkan anak – anak, maka kita menyelamatkan bangsa ini. Saya berharap Festival KLA 2018 dapat memperkuat komitmen bersama, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat lainnya demi pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Indonesia Layak Anak (IDOLA) juga dapat sama-sama kita wujudkan di tahun 2030,” ujar Menteri Yohana