‘Fitsa Hats’ Acuan Mengukur Kejujuran Habib Novel Bamukmin

INFONAWACITA.COM – Kisah ‘Fitsa Hats’ yang tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi pelapor, Novel Chaidir alias Habib Novel Bamukmin pada Sidang ke-4 kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (3/1) lalu, rupanya berbuntut panjang. (baca: Ketika Habib Novel Mengganti Nama Pizza Hut Menjadi “Fitsa Hats” )

Sehari setelah sidang tersebut media sosial ramai dengan bermacam meme ‘Fitsa Hats’ menggantikan nama restoran siap saji asal Amerika Serikat, Pizza Hut. Habib Novel Bamukmin yang merasa dipermalukan dengan beredarnya berbagai pelesetan itu lantas melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  ke Polda Metro Jaya, Kamis (5/1) kemarin.

Berbeda dengan tanggapan jenaka para netizen di media sosial, Humphrey Djemat justru menilai tanggapan Habib Novel dalam persidangan yang mengaku tidak sadar dengan penulisan “Fitsa Hats’ sebagai acuan mengukur tingkat kejujurannya. (baca: Pengacara Ahok: Fitsa Hats Fakta Persidangan, Lucu Bila Dilaporkan )

Menurut Humphrey, sikap Habib Novel dipertegas dengan tidak adanya niat untuk mengoreksi kesalahan itu padahal bisa dilakukan saat itu. “Biasanya di BAP ditanyakan dan dijawab oleh saksi lalu diketik, dan  sebelum ditandatangani oleh saksi, kan dibaca dulu. Masa iya, dia tidak ngeh dengan penulisan tersebut,” kata Humphrey, salah seorang kuasa hukum Ahok di Jakarta, Jumat (6/1).

Tanggapan ini, kata Humphrey, menguatkan alasan bahwa Habib Novel yang notabene penganut paham garis keras malu mengakui dirinya pernah bekerja di restoran cepat saji asal Amerika Serikat.

“Makanya kita punya dugaan ini bukan kesalahan biasa, akan tetapi dia menutup-nutupi saja. Ini bukti saksi yang bersangkutan tidak memiliki kejujuran,” kata Humphrey. (baca: Saksi Yang Tidak Kredibel dan Objektif Jadi Bukti Adanya Kriminalisasi )

Seperti diberitakan sebelumnya, usai persidangan tersebut Ahok membeberkan sejumlah kejanggalan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Ada saksi yang malu kerja di Pizza Hut tapi sengaja diubah jadi ‘Fitsa Hats’. Saya sampai ketawa, padahal semua mesti ada tanda tangan dan dia bilangnya enggak memperhatikan,” kata Ahok usai persidangan, Selasa (3/1) lalu. (DS/AK)