Era Pemerintahan Jokowi – JK, Menteri Kabinet Kerja Tak Sungkan Promosikan Langsung Karya Anak Bangsa

Menaker Hanif Dhakiri promosikan karya anak bangsa. (Foto: Instagram/Hanif Dhakiri)
Menaker Hanif Dhakiri promosikan karya anak bangsa. (Foto: Instagram/Hanif Dhakiri)

INFONAWACITA.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mempromosikan langsung salah satu karya anak bangsa berupa gitar. Hal itu kemudian ia unggah langsung melalui salah satu akun media sosialnya.

“Tempo hari didatangi Mas Tatag dari @lunaguitarworks yang memproduksi gitar hand-made asli Indonesia. Karya anak bangsa yang workshopnya ada di Sidoarjo, Jawa Timur,” tulis Menteri Hanif seperti dikutip dari akun media sosialnya pada Minggu (16/9/2018).

Menteri Hanif yang juga merupakan gitaris dari Elek Yo Band, grup musik yang terdiri dari menteri hingga pejabat tinggi di Republik ini melanjutkan, produk gitar tersebut ia nilai memiliki penampakan yang keren dan bunyi yang enak.

“Produk gitarnya keren dan bunyinya ueenak,” Menteri Hanif melanjutkan.

“Gitar saya yang tempo hari berhasil dilelang dengan harga Rp1 miliar, suaranya 11-12 dengan gitar produk Mas Tatag ini. Produk dalam negeri, karya anak bangsa. Berminat? Colek @lunaguitarworks,” Menteri Hanif menambahkan.

Apresiasi Produsen Gitar

Bukan hanya Menteri Hanif saja. Pihak produsen gitar tersebut juga mengunggah video apresiasi mereka atas dukungan dari salah satu menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK itu.

“It’s an honor to have HE Muhammad Hanif Dhakiri @hanifdhakiri , Minister of Manpower our distinguished customer,” tulis pemilik akun lunaguitarworks.

Seperti diketahui, konsistensi dan fokus pemerintahan Jokowi – JK lainnya adalah mendukung berbagai karya anak bangsa. Bahkan Presiden Jokowi sendiri tanpa sungkan mempromosikan langsung produk-produk hasil karya anak bangsa itu. Sebut saja mulai dari sneaker, jaket, payung, sendal, hingga motor chopper yang semuanya merupakan karya anak bangsa.

Tujuannya tentu saja sangat jelas. Peningkatan nilai dari brand agar mengatrol perekonomian khususnya pemilik brand tersebut.