Empat Tahun Terakhir Intoleransi Menurun di Indonesia, Ini Kata Ayzumardi Azra

Ayzumardi Azra saat menjadi pembicara

INFONAWACITA.COM –  Selama empat tahun terakhir, kekerasan dan intoleransi  di Indonesia sangat menurun. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ayzumardi Azra saat menjadi pembicara pada talkshow bertajuk ‘Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat’ di Jakarta.

“Meskipun kasus intoleransi masih ada, tapi skalanya sangat kecil. Tidak seperti 10 tahun yang lalu,” kata Azra pada Kamis (24/01/2019). Azra juga mengingatkan, bangsa Indonesia ini harus bersyukur sebanyak-banyaknya.

Sebabnya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar Indonesia senantiasa dapat memelihara kedamaian. Di Indonesia, terbukti bahwa umat Islam dapat bersanding dengan umat-umat agama lain.

Dengan kondisi sosial masyarakat yang aman dan damai menurutnya, umat beragama di Indonesia dapat dengan tenang melaksanakan aktivitasnya. Termasuk aktivitas beribadah.  “Ini bukan hanya harus disyukuri oleh umat muslim. Tapi juga oleh umat yang lain,” ujarnya seperti yang diinformasikan dalam Kemenag.go.id.

Ia menambahkan bahwa rasa syukur tersebut harus diimplementasikan dengan terus menjaga Indonesia. Menurutnya, Indonesia ini adalah gambaran surga yang ada di Kitab suci.

Kekayaan alam yang baik, serta masyarakat yang hidup tentram damai dalam keragaman menurut Ayzumardi adalah laiknya gambaran tentang surga. Maka sebuah kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga kondisi tersebut. Salah satunya dengan menjaga moderasi beragama.

Warisan Nilai Islam

Kita beruntung Indonesia itu memiliki warisan nilai Islam  (Islamic legacy) yang menjaga agar tercapai moderasi itu. Bicara tentang moderasi beragama di Indonesia, maknanya adalah Moderasi Islam. “Ini karena jumlah penganut agama Islam terbesar di Indonesia,” jelasnya.

“Kita harus bersyukur, dan berterima kasih pada ormas yang menjaga moderasi Islam atau yang dikenal dengan wasathiyah Islam itu. Meskipun masing-masing ormas memiliki bahasanya sendiri,” kata Azra.

Kewajiban kita semua untuk membangun moderasi beragama melalui  vernakularisasi Indigenisasi, dan kontekstualisasi.

“Jadi, tidak lagi menjadi sesuatu yang asing. Karena itu, dalam penampilan budayanya, Islam Indonesia jauh berbeda dengan Islam Arab,” tandasnya.