Elpiji Bersubsidi Langka, Warga Sultra Diharapkan Lakukan Langkah Ini

Seorang pengecer mengangkut tabung gas elpiji 3 kilogramdi salah satu agen gas elpiji di Cipondoh, Tangerang, Banten, Rabu (13/8). Rerencanaan kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram mengakibatkan terjadinya peningkatan konsumen elpiji ukuran 3 kilogram sebesar 5 persen. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ss/mes/14

INFONAWACITA.COM – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta warga melapor jika elpiji bersubsidi langka dan harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.

“Masyarakat yang tahu persis di lapangan, dan mereka harusnya melaporkan kondisi tersebut kepada kami sehingga kami bisa menindaklanjuti dengan cepat,” kata Kepala bidang Migas, Ketenagalistrikan, dan EBTKE Dinas ESDM Sultra, Andi Azis di Kendari, Kamis (17/5/2018).

Ia mengatakan dengan bantuan laporan dari masyarakat yang mengetahui langsung kondisi sebenarnya di lapangan, pihaknya bisa segera melakukan operasi pasar.

Baca Juga: Ini Alasan Nelayan di Yogyakarta Belum Gunakan Elpiji Sebagai Bahan Bakar Mesin Kapal

“Karena sebelum melakukan operasi pasar harus ada titik yang ditemukan terjadi kelangkaan atau harga tabung elpiji di tempat itu melonjak dari harga eceran tertinggi,” katanya.

Operasi Pasar   

Ditegaskan, jika ada laporan dan benar terjadi kelangkaan maupun harga yang melampaui HET, pihaknya bersama Pertamina Kendari dan Hiswana Migas Sultra bisa melakukan operasi pasar.

“Pasokan elpiji subsidi di Sultra cukup, karena kuota yang ada ditambah,” katanya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Kendala Cuaca Jadi Faktor Kelangkaan Elpiji 3 kg

Disebutkan, pada 2018 kuota gas elpiji 3 kilogram bertambah sebesar dua persen dari tahun sebelumnya (2017).

“Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa elpiji langka dan harga melonjak karena adanya pengurangan kuota dari tahun sebelumnya,” katanya.