Ekonomi Global Sulit, Presiden Serukan Bertindak Cepat

Foto : Tempo.co

INFONAWACITA – Presiden Joko Widodo menyerukan di tengah sulitnya ekonomi global Indonesia memerlukan cara penyelesaian yang tidak biasa. Dengan hanya bekerja normal, Indonesia tak mungkin bisa keluar dari situasi-situasi yang sulit tersebut.

“Sekarang dibutuhkan kecepatan untuk memutuskan, sekarang dibutuhkan perubahan-perubahan kebijakan yang cepat sehingga di lapangan kalau ada perubahan cepat bisa kita antisipasi,” kata Presiden di Jakarta akhir pekan ini.

Menurut Presiden saat ini semua negara mengalami kesulitan ekonomi itu. Tidak ada satu negara pun yang lolos dari tekanan ekonomi global itu, ada yang turun 1 persen, ada yang turun 2 persen pertumbuhan ekonominya bahkan ada yang turun sampai minus 3 dan minus 7.

“Kesulitan-kesulitan yang ada dan tekanan ekonomi seperti itu juga menekan negara kita Indonesia. Ini adalah sebuah keadaan yang tidak normal,” kata Presiden.

Tak cuma ekonomi, kondisi geopolitik juga sedang tidak menentu. Perang di Timur Tengah yang menyebabkan jutaan pengungsi berbondong-bondong menuju Eropa sementara ancaman terorisme terjadi hampir di semua negara.

“Inilah fakta-fakta dan realita yang harus kita hadapi dalam sebuah kondisi ekonomi dunia yang sulit juga dibarengi dangan geopolitik yang juga tidak mendukung,” kata Presiden.

Dia menambahkan dalam kondisi saat ini stabilitas keamanan dan politik sangat diperlukan Indonesia. Karena itu, Presiden meminta agar kebijakan-kebijakan yang memerlukan kecepatan mendapat back up termasuk dukungan dari partai-partai sehingga perubahan tersebut bisa dilakukan dengan cepat.

“Saya berikan contoh kemarin misalnya, seperti Undang-Undang Tax Amnesty. Itu kalau lepas saja dari bulan Juni, momentum kita sudah hilang. Oleh sebab itu saya memberikan apresiasi atas partai-partai yang ada di fraksi -fraksi yang ada di DPR begitu sangat cepatnya menyelesaikan Undang-Undang Tax Amnesty itu,” kata Presiden. (TN)