Dunia Makin Kompetitif, Begini Pesan Menaker Kepada Santri Zaman Now

Menaker M Hanif Dhakiri memberikan motivasi kepada para santri Ponpes Al Muayyad, Solo. Menaker adalah alumni ponpes tersebut yaitu angkatan 1991.(FOTO: Kemenaker)

INFONAWACITA.COM – Menter Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri bersilaturahmi dengan pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, di sela-sela menghadiri resepsi pernikahan putri Presiden Jokowi. Di sana, Menaker diminta memberikan motivasi kepada para santri.

Menaker sendiri merupakan alumni dari Ponpes ini. Menaker diterima oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Rozak Shofawi, KH Faisol Rozak serta sejumlah pengasuh lainnya.

Di ujung acara silaturrahim, Menaker diminta memberikan motivasi kepada sekitar 500 santri. Di hadapan santri, dia mengajak santri memenangkan persaingan di segala bidang.

“Dunia terus berubah. Tantangan santri juga berubah. Buktikan bahwa santri zaman now mampu memenagkan persaingan di segala bidang. Dunia ke depan, adalah dunia yang akan dipimpin oleh para santri,” kata Menaker, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk memenangkan persaingan, Menaker membagikan kuncinya. Santri harus memiliki kompetensi di atas standar. Kompetensi yang standar belum tentu memenangkan persaingan, apalagi jika di bawah standar. Oleh karenanya, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga keahlian tertentu.

Bagaimana agar memiliki kompetensi di atas standar? “Santri juga harus belajar di atas standar, bekerja keras, serta takzim pada kiai agar ilmu yang dipelajarinya barokah,” tambahnya.

Bagi Menaker, salah satu kelebihan santri adalah memiliki memiliki karakter yang kuat, yakni disiplin dan kejujuran. Menteri Hanif juga berbagi cerita percakapannya dengan beberapa praktisi human resource development di beberapa perusahaan yang menyimpulkan bahwa kejujuran menjadi pertimbangan utama dalam menerima pekerja. Pasalnya, kejujuran tidak bisa diciptakan secara instan. Sementara skill lebih mudah dipelajari.

Dengan karakter kuat serta kompetensi yang di atas standard, santri bisa menjadi pebisnis, birokrat, akademisi, politisi, seniman, petani dan sebagainya. “Sekali lagi, tunjukkan bahwa santri zaman now mampu memenangkan persaingan di segala bidang,” tegas Menaker.(AR)