Dukung Usut Tuntas Pembuat dan Penyebar Berita Hoax, Mendagri Datangi Kantor Bareskrim Mabes Polri

INFONAWACITA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendatangi Bareskrim Mabes Polri dan diterima langsung Kabareskrim di kantor Bareskrim Gedung KKP Jl. Medan Merdeka Timur Nomor 16 Jakarta Pusat, pada Kamis (3/1/2019).

Ia melaporkan sekaligus memberi dukungan secara resmi kepada Bareskrim untuk mengusut tuntas berita Hoax mengenai 7 kontainer kertas suara dan hoax 31 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) selundupan yang diulang-ulang, itu tidak benar serta mendukung dan meminta Polisi Republik Indonesia (Polri) mengusut secara hukum berita fitnah terkait nama baik Presiden RI, Joko Widodo.

“Mendukung langkah KPU, Bawaslu dan meminta Polri melalui Kabareskrim mengusut tuntas berita hoax 7 kontainer kertas suara yang sudah dicoblos dan juga Mendagri meminta kepada Kabareskrim mengusut berita Hoax (bohong) 31 juta DPT selundupan yang itu sama sekali tidak benar serta mendukung dan meminta Polri mengusut secara hukum berita fitnah terkait nama baik Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara”, ujar Mendagri.

Selain itu, Tjahjo juga menyampaikan bahwa hal ini sudah meresahkan dan dapat membangun opini ketidakpercayaan masyarakat dan tentunya mengganggu jalannya konsolidasi demokrasi, seperti yang dilansir dari kemendagri.go.id.

“Saya yakin KPU sudah melaksanakan secara transparan, terbuka sesuai aturan UU yang ada. Dan ini juga mencederai demokrasi dan merusak suasana Pileg dan Pilpres serta membuat kerisauan publik”, tuturnya.

Jaga Kehormatan Lambang dan Simbol-simbol Negara

Dalam hal ini, Tjahjo sebagai Mendagri meminta resmi kepada Kabareskrim untuk mengusut tuntas, mencari siapa dalang yang menyebarkan isu tersebut. Dan selain itu, ia juga sebagai pembantu Presiden memiliki kewajiban untuk menjaga kehormatan Lambang dan Simbol-Simbol Negara.

“Lambang-lambang dan simbol negara tolong dijagalah, racun demokrasi harus kita lawan, yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, SARA, berita bohong fitnah harus distop, apalagi yang memfitnah simbol-simbol negara”, pungkasnya.