Dua Bulan di Tahun 2018, 2 Tokoh Agama Sudah Alami Persekusi

ilustrasi intoleransi (foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Tercatat, hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan di tahun 2018 ini sudah 3 tokoh agama alami persekusi karena provokasi SARA. Misalnya saja yang terjadi hari ini, penyerangan saat misa pagi di gereja kawasan Sleman.

Seperti dikutip dari Kompas.com pada Minggu (11/2/2018) telah terjadi penyerangan Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta pada pukul 07.30 WIB tadi. Dilaporkan 10 jemaat misa sekaligus Pastor Prier, SJ terluka akibat serangan brutal tersebut.

“Pelaku datang sudah dengan menghunuskan pedang. Saya yang terkena pertama kali,” ujar Permadi seperti dikutip Kompas.com.

Persekusi Ormas

Bukan hanya itu, masih di minggu ini viral sebuah video pengusiran Biksu oleh sekelompok ormas. Biksu yang diketahui bernama Mulyanto Nurhalim itu, pada videonya menyatakan, akan meninggalkan Desa Babat, Legok, Tangerang dalam kurun waktu satu minggu.

Video yang diviralkan akun Niluh Djelantik itupun mendapat kecaman warganet karena dianggap pernyataan tersebut merupakan sebuah paksaan dari ormas dan warga yang intoleran.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com pada Sabtu (10/2/2018) dijelaskan, permasalahan tersebut muncul dari kecurigaan warga terhadap rumah Biksu Mulyanto yang dijadikan tempat ibadah. Mereka mengaku khawatir jika aktivitas tersebut sengaja untuk bisa merangkul warga Desa, memeluk agama Buddha.

Mulyanto pun pada rapat di Kantor Camat Legok, pada 7 Februari menjelaskan dalam keterangannya, aksinya tersebut bukanlah sebuah ritual keagamaan. Ia menjelaskan, pemberian makan terhadap para biksu lain memang dilakukan. Sebab dalam ajaran Buddha, ada aturan dimana para biksu tidak diperkenankan untuk memegang uang. Sehingga umatnya wajib memberikan makanan dan bekal kepada para Biksu.

“Adapun kegiatan hari Minggu, dengan datangnya tamu dari luar, itu bukanlah kegiatan ibadah. Hanya datang memberi bekal makan dan Biksu sekedar mendoakan mereka yang telah datang,” jelas biksu Mulyanto seperti termuat dalam point-point hasil rapat. (DS/zh)