Dongkrak Perekonomian Agar Lebih Melambung Lagi, Enam Pasar Pedesaan Bakal Dibangun

Momen Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi di Pasar Mama Mama, Papua. (Foto: Biro Setpers)
Momen Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi di Pasar Mama Mama, Papua. (Foto: Biro Setpers)

INFONAWACITA.COM – Tidak tanggung-tanggung, sebanyak enam pasar pedesaan akan dibangun pada 2018 ini. Langkah ini diambil sekaligus juga untuk mendongkrak perekonomian agar lebih melambung lagi.

“Keenam pasar tersebut berlokasi di desa Kumuh, Senduk, Rumengkor, Kapataran, Rerer dan satu kelurahan yang berada di Tondano,” kata Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Moudy Lontaan, Senin (16/4/2018).

Moudy melanjutkan, anggaran pembangunan enam pasar ini juga sudah disiapkan dananya.

“Masing-masing mulai dari Rp750 juta hingga Rp1 miliar,” lanjut Moudy.

Selain itu, masih ada sejumlah pasar lain yang diproyeksikan aka dibangun lagi tahun ini. Dananya sendiri dengan mengunakan dana dari DAK yang bersumber dari APBD. Hanya saja, Dinas Perdagangan masih menyelesaikan kajiannya. Lalu akan dilakukan Musrenbang terlebih dahulu.

“Mudah-mudahan kajian terhadap pembangunan pasar dalam waktu dekat masuk tahap finalisasi. Tujuannya, tentu, bagaimana menciptakan pasar yang sehat, representatif dan bisa diterima semua kalangan,” jelasnya.

Moudy menambahkan, dalam beberapa tahun ini, pembenahan terhadap fisik pasar menjadi perhatian serius Pemkab Minahasa. Sebabnya karena pasar merupakan pendongkrak perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan, untuk usulan pembagunan pasar yang baru dimasukkan wilayah lain, tentu akan terakomodir pada tahun anggaran 2019 mendatang.

“Jadi ada beberapa wilayah baru mengusulkan pembangunan pasar. Itu nanti diadakan tahun depan. Saat ini kami fokus pada pembangunan yang telah diusulkan tahun sebelumnya,” katanya.

Pembagian dana pembangunan pasar pun berbeda-beda di masing-masing desa dan kelurahan. Sebabnya karena melihat kebutuhan di masing-masing lokasi pun berbeda.

“Anggaran pembangunan pasar memang bervariasi, tergantung kebutuhan desa atau kelurahan,” tutupnya, seperti dilansir dari Antara.