Ditunjuk Jadi Duta Persahabatan Indonesia-Jepang, Nama Ini Tak Asing

Presiden Jokowi dan PM Abe saat meluncurkan logo 60 tahun hubungan pemerintah Indonesia -Jepang di Manila, Filipina, Minggu (12/11). (Foto: BPMI).

INFONAWACITA.COM – Harus diakui, budaya kontemporer Jepang, memiliki pengaruh cukup besar. Khususnya bagi generasi milenial dan generasi ‘z’ di Indonesia.

Jika kemudian Indonesia dan Jepang merayakan 60 tahun persahabatannya, menjadi wajar. Terutama saat pemerintah Indonesia menunjuk Duta Persahabatan itu dari anak-anak muda.

Untuk itu, aktris Jepang yang menetap di Indonesia, Haruka Nakagawa dan musisi Indonesia, Kevin Aprilio, ditunjuk menjadi Duta Persahabatan ini. Tentunya bersama tujuh tokoh lainnya.

“Pada peringatan 60 tahun ini kita juga punya duta yang masih muda. Kita harapkan yang muda-muda ini bisa memahami, kalau sekarang kerja sama yang ada tidak lepas dari masa 60 tahun sebelumnya. Saat para perintis membangunnya dan merekalah nanti yang akan meneruskan 60 tahun ke depan,” kata Ketua Pengarah Panitia Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang Rahmat Gobel di Jakarta.

Selain Haruka dan Kevin juga ada penyanyi Andien, aktris peran Yuki Kato, pemain sepak bola Shohei Matsunaga, penyanyi Tulus, aktris dan pembawa acara Okky Lukman, grup idola JKT48, dan kelompok teater En Juku.

Tugas Duta Persahabatan

Dalam Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang pada 2018 nanti, para Duta Persahabatan memiliki tugas khusus.

Menurut Rahmat Gobel yang juga utusan khusus Presiden RI untuk Investasi Jepang itu, mereka diharapkan menjembatani pemahaman yang lebih dalam antarkedua bangsa. Khususnya anak muda.

“Hubungan yang telah berjalan baik selama 60 tahun ini bisa diibaratkan seperti berlian yang telah bernilai tinggi dan mahal. Jadi harus terus kita pelihara,” kata seperti dikutip dari Antara pada Senin (18/12).

Pentingnya Keterlibatan Anak Muda

Haruka sendiri mengaku terhormat telah terpilih bersama tokoh-tokoh lainnya.

“Saya sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun. Sekarang juga sudah bisa bicara Bahasa Indonesia. Jadi saya ingin menjadi jembatan bagi anak-anak muda Jepang dan Indonesia. Untuk dapat lebih saling memahami dan membantu,” kata Haruka.

Pentingnya keterlibatan anak muda dalam meningkatkan hubungan kedua negara juga menginspirasi Rahmat Gobel. Ia juga bertanggung jawab pada penyelenggaraan acara peringatan di Jepang. Khususnya untuk mengadakan simposium di Tokyo pada April 2018. Dimana rencananya juga akan mengundang pengusaha dan politisi muda dari kedua negara. Dengan tujuan untuk mengetahui pandangan generasi muda dalam meningkatkan hubungan kedua negara.

“Jadi kita berharap dengan ‘event’ ini ada diskusi, simposium di antara pemuda. Sebagaimana di Jepang yang saat ini telah memasuki ‘second generation’. Dari Fukua dan Koizumi kita juga berharap bagaimana politisi muda kita bisa berperan,” jelasnya.