Dirjen ILO: Program Desmigratif Kemenaker Dapat Menginspirasi Negara Lain

Menaker, Hanif bersama Dirjen ILO (Foto: Kemenaker)

INFONAWACITA.COM – Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Guy Ryder, mengapresiasi program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang dilaksanakan pemerintah Indonesia.

Apresiasi disampaikan langsung oleh Ryder saat menerima pertemuan bilateral dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri di sela-sela sidang ILO di Jenewa, Swiss, Kamis (7/6/2018) waktu setempat.

“Kami mengapresiasi program Desa Migran (Desa Migran Produktif), yang digagas pemerintah Indonesia, sebagai upaya perlindungan yang menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Info terkait: Menaker: Pemerintah Tak Pernah Tinggal Diam Terkait Persoalan TKI

Setidaknya, ada dua hal yang menjadi perhatian Ryder terkait Desmigratif. Yakni terkait layanan migrasi sejak di kampung halaman serta peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran melalui pengelolaan remintansi dan pemberdayaan ekonomi.

“Belum ada skema perlindungan pekerja migran sejak dari desa seperti yang dilakukan Desmigratif. Hal ini bisa menginspirasi negara lain dalam upaya perlindungan pekerja migran,,” ujarnya seperti yang diinformasikan Kemenaker pada Jumat (8/6/2018).

Usai pertemuan, Hanif mengaku terkejut atas apresiasi tersebut. Pasalnya, Desmigratif tidak menjadi bagian agenda pembicaraan bilateral.

“Apresiasi tersebut di luar dugaan, tentu ini menyenangkan. Ternyata upaya perlindungan untuk pekerja migran yang pemerintah Indonesia lakukan mendapat perhatian dunia,” kata Menteri Hanif.

Apresiasi tersebut, lanjutnya, makin menambah spirit para pihak yang terkait Desmigratif, khususnya para Petugas Desmigratif untuk lebih bersemangat dalam membantu, melayani dan mendampingi pekerja migran dan keluarganya.

Program Desmigratif
Menaker Hanif Dhakiri (Foto: indopos)

Info terkait: Berdayakan Desa Kantong TKI, Pemerintah Gagas Desmigratif

Digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Desmigratif adalah program perlindungan terhadap pekerja migran sejak dari kampung halaman.

Terdapat empat pilar Desmigratif, yaitu layanan migrasi dan informasi pasar kerja di kantor desa. Menumbuh kembangkan usaha-usaha produktif pekerja migran dan keluarganya, mendirikan Rumah Belajar (comunity parenting) bagi anak pekerja migran serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan koperasi.

Sejak 2017, Desmigratif sudah dijalankan di 120 desa kantong pekerja migran/TKI. Tahun 2018 tambah 130 desa dan pada 2019 total menjadi 400. (RA/yi)