Dirjen Cipta Karya Upayakan Air Minum Berkualitas Atasi Stunting pada Balita

Ilustrasi air minum berkualitas (foto: cnnindonesia)

INFONAWACITA.COM – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Sri Hartoyo menekankan pentingnya mengkonsumsi air minum berkualitas untuk atasi stunting pada balita. Terutama dengan meningkatkan pelayanan akses aman air minum nasional pada tahun 2016 yang baru mencapai 71,14 persen.

Untuk mencapai target 100 persen pelayanan akses air minun nasional, Sri meminta sinergi dengan berbagai pihak terkait seperti dengan Pengembangan Sistem Air Minum, BPPSPAM, dan Konsultasi Publik Business Plan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Sri mengungkapkan, banyak hal dapat ditimbulkan jika air minum yang dihasilkan tidak berkualitas, salah satunya yaitu stunting atau penurunan tingkat pertumbuhan pada bayi. Pada tahun 2015, sekitar 1,3 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting.

“Oleh sebab itu kami mendorong setiap PDAM untuk terus meningkatkan dan memproduksi air minum yang berkualitas untuk masyarakat, agar penderita stunting bisa berkurang,” ujar Sri seperti yang diinformasikan melalui pu.go.id, Kamis (18/1/2018).

Program Kota Binaan

Salah satu program Pemerintah dalam mendorong pencapaian akses aman air minum 100 persen pada tahun 2019, yaitu program kota binaan. Program Pengembangan SPAM Kota Binaan ini meliputi beberapa kegiatan yang merupakan satu kesatuan program dan dilaksanakan secara bersamaan (pararel).

Kegiatannya seperti pemanfaatan idle capacity, penurunan air tak berekening (Non Revenue Water/NRW), dan penambahan kapasitas yang dilakukan bila kegiatan pemanfaatan idle capacity dan penurunan NRW tidak memadai untuk mencapai sasaran 100 persen akses aman air minum.

Sedangkan kriteria untuk dapat mengikuti program kota binaan antara lain, cakupan akses aman air minum lebih dari atau mendekati 70 persen, memiliki atau sedang menyusun RI-SPAM, Pemda dan PDAM memiliki komitmen tinggi untuk pencapaian 100 persen akses aman air minum.

Saat ini, program kota binaan berjumlah 18 kota di seluruh Indonesia, untuk Provinsi Jawa Barat meliputi Kota Bogor dan Kota Cirebon. Status Kota Bogor yang tercatat saat ini meliputi cakupan pelayanan perpipaan sebesar 74,5 persen, kinerja sehat, dan nilai RI-SPAM sebesar 77 persen dan siap legalisasi.

Melalui program ini diharapkan kota yang terpilih dapat meningkatkan penyelenggaraan SPAM menjadi best practice bagi kota lain di seluruh Indonesia. (RA/yi)