Di Hari Kartini, Laki-laki Bisa Mencontoh Gus Dur Soal Kesetaraan Gender

Gus Dur. (sumber: nu.or.id)
Gus Dur. (sumber: nu.or.id)

INFONAWACITA.COM – Di Hari Kartini yang jatuh pada Sabtu (21/4/2018) ini bukan hanya sosok R.A Kartini yang bisa dijadikan teladan. Sosok Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga bisa dijadikan teladan khususnya bagi kaum laki-laki dalam mengkampanyekan kesetaraan.

Gus Dur memang terkenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan. Bukan hanya kesetaraan dalam hal agama dan golongan, ia juga sangat menghormati kesetaraan gender.

Kesetaraan gender yang Gus Dur jalankan ini bisa dilihat dari kebijakan-kebijakannya secara politik ataupun lewat kesehariannya yang menularkan nilai-nilai penghormatan bagi kaum perempuan di lingkungannya.

Kisah ini dirangkum dalam buku Gus Dur di Mata Perempuan yang diterbitkan pada tahun 2014 lalu. Seperti dikutip dari nu.or.id Senin (29/12/2014) pada buku tersebut dituliskan sosok Gus Dur yang memperjuangkan hak-hak perempuan ketika ia menjabat sebagai Presiden RI.

Misalnya, Gus Dur mempelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender.

Selain itu Gus Dur juga pernah ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.

Tidak Segan Cuci Piring
Yenny Wahid dengan latar lukisan Gus Dur. (Foto: Antara/Saptono).

Nilai-nilai kesetaraan gender itu ternyata dilakukan juga oleh Gus Dur di lingkungan keluarganya baik terhadap istrinya Sinta Nuriyah ataupun ke-4 anak perempuannya.

Misalnya saja salah satu putri Gus Dur, Yenny Wahid pernah menceritakan bagaimana ayahnya tidak alergi dengan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dikerjakan oleh perempuan.

“Saya beruntung dilahirkan dalam keluarga yang cukup egaliter. Kami terbiasa dengan seorang ayah, Gus Dur yang pernah bantuin mamah cuci piring,” kenang Direktur Wahid Foundation saat memberi sambutan hasil peluncuran survei nasional pada Senin (29/1/2018) di Jakarta.

Bukan hanya itu kata Yenny, ibunya pernah menceritakan bagaimana ayahnya saat itu rela bangun tengah malam untuk menggendong anaknya yang menangis. Saat itu, lanjut Yenny, ayahnya sengaja bangun untuk menggendong anaknya yang menangis di tengah malam untuk disusui oleh ibunya.

“Setelah disusui, ayah saya lagi yang bangkit menaruh anak ke tempat tidur. Jadi enggak pakai teori langsung dipraktikkan, jadi peran laki-laki sangat penting sekali dalam kesetaraan,” kisah Yenny.

Peran Laki-laki Penting

Laki-laki memang memiliki peran penting dalam mendukung kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan. Hal ini pernah diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Yohana Susana Yembise dalam gerakan dan kampanye “HeForShe”. Sebab kesetaraan gender kata Yohana bisa terwujud dengan adanya kerjasama yang baik antara seluruh elemen bangsa.

“Kampanye HeForShe adalah mendorong laki-laki untuk berperan mewujudkan kesetaraan gender dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Menteri Yohana saat memberikan kuliah umum di Universitas Bengkulu, Rabu (21/3/2018) seperti dikutip Okezone.com. (DS/yi)