Di Depan Pencari Kerja, Menaker Paparkan Data Penurunan Angka Pengangguran

Menaker Hanif Dhakiri tinjau job fair (foto: kemnaker RI)

INFONAWACITA.COM – Di depan para pencari kerja Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri mengungkapkan data penurunan angka pengangguran di Indonesia. Tak main-main hanya dalam kurun waktu setahun jumlah pengangguran turun hampir 200 ribu.

“Tingkat pengangguran turun dari 7,01 juta orang (6,33%) Februari 2017 menjadi 6,87 Juta orang (5,13%) Februari 2018. Oleh karenanya, kita terus mendorong semua pihak agar bisa menyelenggarakan pameran kerja di berbagai daerah bukan hanya di pusat,” kata Menaker Hanif saat membuka job fair yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Kamis (20/9/2018).

Penurunan jumlah penganggur, ungkap Menaker Hanif, menunjukkan bahwa jumlah kesempatan kerja yang tercipta lebih besar dari pada pertambahan angkatan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.

“Data informasi pasar kerja Kemnaker, menunjukkan pada tahun 2015 telah tercipta dan ditempatkan sebanyak 2,886 juta orang, tahun 2016 sebanyak 2,448 juta orang, dan tahun 2017 sebanyak 2,669 juta orang,” tutur Menaker Hanif.

Ditegaskan Menaker Hanif, melalui kegiatan-kegiatan penciptaan kesempatan kerja baik sektoral maupun perluasan kesempatan kerja, dalam tiga tahun terakhir telah dapat dilampaui target kesempatan kerja 2 juta setiap tahunnya.

“Kegiatan job fair semacam ini adalah kegiatan yang sangat bagus untuk penyerapan angkatan kerja. Selain itu, ke depannya kita juga akan mengarahkan angkatan kerja untuk berani menjadi wirausaha membuka lapangan kerja baru,” kata Menaker Hanif. Biro Humas Kemnaker.

Acara Job fair sendiri diadakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas). Acara berlangsung di 19 hingga 20 September.

Job fair di BLK Bekasi dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Tersedia 9.000 lowongan pekerjaan dari 84 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor usaha antara lain, industri start up, telekomunikasi dan teknologi informasi, perbankan, manufaktur, retail, agro industri, otomotif, dan jasa.