Di Bintan Sudah Ada e-List, Permudah Layanan dan Pengurusan Izin Usaha

Presiden Jokowi mengajak para pengusaha optimistis saat berbicara di Sarasehan ke-2 100 Ekonom Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Desember 2017. (foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Jokowi mengajak para pengusaha optimistis saat berbicara di Sarasehan ke-2 100 Ekonom Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Desember 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mempermudah pelayanan dan pengurusan izin usaha. Caranya melalui daftar elektronik atau e-List.

“Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan meluncurkan aplikasi perizinan dalam bentuk daring,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, di Bintan, Minggu (18/3/2018).

Ia menjelaskan, pengusaha yang menggunakan aplikasi e-List dapat langsung mengakses http://dpmptsptk.bintankab.go.id atau http://dpmptsptk.bintankab.go.id/adm-login.html yang akan terhubung dengan berbagai kemudahan. Khususnya pelayanan perizinan skala besar dan menengah ke bawah.

Beberapa kemudahan pelayanan perizinan usaha bisa ditemukan dalam aplikasi tersebut. Sebut saja seperti pengurusan Izin Usaha Perdagangan (SIUP), izin apotek, izin toko obat, tanda daftar usaha jasa transportasi wisata, tanda daftar usaha jasa perjalanan wisata, tanda daftar usaha jasa makanan dan minuman, tanda daftar usaha penyelenggara kegiatan hiburan rekreasi dan lain sebagainya.

Ia mengharapkan inovasi yang dibuat dapat dimaksimalkan.

“Berbagai inovasi demi kemudahan pelayanan perizinan usaha akan kita lakukan. Saat ini kami sudah memiliki pelayanan perizinan daring dan juga pelayanan perizinan mobil keliling,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan, Hasfarizal Handra mengatakan, pemerintah daerah akan selalu membantu. Dalam pengurusan perizinan yang dibutuhkan oleh individu dan perusahaan.

“Kami akan membantu proses perizinan setiap usaha dan prioritas kami tidak harus untuk usaha skala besar,” tuturnya, seperti dikutip dari