Dede Yusuf Ungkap Fakta Terbaru Tentang Tuduhan “Serbuan TKA”

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf saat mengunjungi salah satu perusahaan di Morowali, Sulawesi. (Foto: Instagram/Dede Yusuf)
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf saat mengunjungi salah satu perusahaan di Morowali, Sulawesi. (Foto: Instagram/Dede Yusuf)

INFONAWACITA.COM – Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Dede Yusuf mengungkapkan fakta terbaru tentang tudingan “serbuan TKA” selama ini mengarah ke pemerintahan Jokowi – JK. Dalam kunjungan kerjanya bersama dengan Satgas Pengawasan TKA, Dede Yusuf mendatangi PT. IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan yang dikunjungi itu merupakan sebuah kompleks industri Smelter Nickel dan Besi terbesar di Indonesia.

“Untuk membuktikan, apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kami datangi semua, mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator,” tulis Dede melalui akun Instagramnya seperti dikutip pada Sabtu (7/7/2018).

Dede melanjutkan, fakta yang ia temui ternyata tidak seperti kabar yang selama ini berhembus.

“Jumlah karyawan asing ada 2500 TKA-nya. Sementara pekerja lokalnya mencapai 28.000 orang!!! Artinya, TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkumham di sana,” ungkap Dede.

“Mungkin dulu pada saat pembangunan smelter diawal 2014-2016, banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per 2-3 bulan. (Karena memang pada saat itu kita belum berpengalaman membangun smelter). Setelah smelter berdiri, hanya 10% TKA yang tinggal. Untuk meneruskan transfer teknologi kepada pekerja lokal,” lanjut Dede.

Dede menambahkan, ia juga menanyakan besaran gaji yang diterima oleh para pekerja di sana.

“Mau tau berapa gaji pekerja lokal kita disana? Lulusan SMA yang baru masuk 6 bulan rata-rata mendapat sekitar Rp4 juta. Yang sudah 2 tahun, mencapai Rp8 juta hingga 10 juta/bulan. Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum. Mungkin ada yang berminat?” tambah Dede.

Minta Buka Posko Pengawasan

Selain itu, Dede yang merupakan politisi dari Partai Demokrat itu juga mendapatkan penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD setempat. Tentang pendapatan daerah Morowali.

“Di sana saya juga mendapat penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35%. 5 besar tertinggi di Indonesia,” kata Dede.

“Jika hubungan Pemda dan industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali ke depan akan menjadi kota industri Metropolitan. Dengan pendapatan daerah ratusan milyar setahun,” lanjut Dede.

Dengan temuan fakta yang ia lihat secara langsung itu, Dede menegaskan bahwa tudingan “Serbuan TKA” yang selama ini beredar, terpatahkan.

“So once again, kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan kami juga sudah minta agar Satgas Pengawasan TKA membuka posko disana. Agar pengawasan terpantau,” tutup Dede.

A post shared by DEDE YUSUF MACAN (@ddyusuf66) on