Dawam Rahardjo, Sahabat Gus Dur dan Pejuang Toleransi dari Muhammadiyah

Dawam Rahardjo (foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Satu lagi sahabat Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berpulang. Dawam Rahardjo pejuang toleransi dan kesetaraan meninggal di usianya yang ke-76 tahun di RS Islam, Cempaka Putih, Jakarta pada Rabu (30/5/2018) malam.

Jaringan Gusdurian pun mengucapkan bela sungkawa terhadap salah satu sahabat baik Gus Dur itu. “Jaringan Gusdurian Indonesia turut berduka cita atas kepulangan Prof. M. Dawam Raharjo. Beliau adalah sahabat baik almarhum KH. Abdurrahman Wahid. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. Lahu al-Faatihah..” cuit @Gusdurians.

Dawam memang senapas dengan Gus Dur. Meskipun berbeda organisasi dengan Gus Dur, pria yang pernah menjadi bagian dari PP Muhammadiyah ini selalu menyuarakan kesetaraan dan toleransi di manapun berada.

Salah satunya ialah perjuangannya dalam melindungi kelompok Ahmadiyah dari diskriminasi dan intoleransi. Bukan hanya membela Ahmadiyah, Dawam juga membela kelompok Lia Eden yang saat itu dipandang negatif oleh publik.

Perlawanan-perlawanannya terhadap aksi intoleransi pun sampai membuat dirinya dicap sebagai liberal. Bahkan Dawam harus rela hengkang dari PP Muhammadiyah. Pria yang pernah dianugerahi penghargaan HAM Yap Thiam Hien pada 2013 itu kini meninggalkan warisan bagi Muhammadiyah untuk terus memperjuangkan kesetaraan.

Hingga wafatnya, Dawam Rahardjo masih menjabat sebagai anggota Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2015-2020, setelah memimpin lembaga itu pada periode 1995-2000. Ia juga mendirikan dan memimpin Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), serta terlibat dalam begitu banyak lembaga lain. (DS/yi)