Cianjur Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Warga memindahkan perabot rumah yang terendam banjir rob di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jateng, Kamis (9/6). Ratusan rumah terendam banjir rob di Kabupaten Cilacap akibat gelombang pasang setinggi 5 meter, hingga menghancurkan tanggul penahan gelombang sepanjang 500 meter. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/ama/16.

INFONAWACITA.COM – Pemkab Cianjur, Jawa Barat, mulai memberlakukan status siaga bencana banjir dan longsor, termasuk menyiagakan seluruh petugas dan relawan kebencanaan untuk mengantisipasi dampak bencana, terutama jatuhnya korban jiwa.

Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno, pada wartawan, Rabu (8/11), mengatakan setelah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BNPB, pemkab melalui BPBD mulai menetapkan status siaga sejak 31 Oktober sampai Maret.

Dia menjelaskan, masuknya musim penghujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah sejak beberapa bulan terakhir, menyebabkan terjadinya bencana di sejumlah wilayah rawan bencana terutama di wilayah selatan, sehingga diberlakukan status tersebut.

“Pergantian status bencana melihat curah hujan yang tinggi sejak dua bulan terakhir, bahkan sebelum ditetapkan status tersebut telah tercatat beberapa kali bencana terjadi yang menyebabkan ratusan kepala keluarga mengungsi dan direlokasi,” katanya.

Seluruh Pihak Siaga

Sehingga pihaknya mendorong untuk segera ditetapkan status siaga bencana serta kesiapan untuk menghadapi kemungkinan bencana banjir dan longsor.

Serta disiagakan petugas selama 24 jam, termasuk relawan kebencanaan di setiap kecamatan hingga desa.

“Harapan kami ketika terjadi bencana, seluruh perangkat dapat melakukan penanganan dengan cepat terutama menyelamatkan jiwa dan segera mengungsikan warga ke tempat aman. Mereka juga bertugas untuk melakukan pendataan dan evakuasi terhadap korban,” katanya.

Sementara terkait amblasnya jalan provinsi di Kecamatan Campaka, pihaknya tengah berkordinasi dengan dinas terkait di Pemprov Jabar, agar segera dilakukan perbaikan, meskipun jalan tersebut masih dapat dilalui, namun pengguna jalan diimbau tetap waspada dan berhati-hati.

“Upaya perbaikan sedang dilakukan, dibagian bawah jalan agar amblasnya bahu jalan tidak meluas hingga ke landasan jalan utama. Harapan kami kordinasi dengan dinas terkait di Pemprov dapat dilakukan dengan cepat. Saat ini jalur tersebut masih dapat dilalui dua arah,” katanya. (ANT/HG)