Cerita Presiden Jokowi Dapat Keluhan Warga Teluk Bunaken

Presiden Jokowi meninggalkan Pelabuhan Pelindo untuk menunju Taman Nasional Bunaken, di Manado, Sulut, Jumat (5/7) pagi. (Foto: Jay/Humas)

Usai sudah kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Teluk Manado, Bunaken. Sebelum pergi ternyata Presiden mendapatkan satu pesan dari masyarakat.

Pesan masyarakat itu dibagikan Presiden di akun Instagramnya @Jokowi pada Jumat (5/7/2019).

Sambil mengunggah foto dirinya yang telah melambaikan tangan, Presiden bercerita soal seorang Ibu-ibu yang menitipkan satu pesan untuknya.

“Pamit kepada warga Bunaken di Teluk Manado. Sebelum beranjak, seorang Ibu menyampaikan keluhan. Katanya, warga di sini butuh, air bersih dan listrik.” kata Presiden usai blusukan.

Presiden pun berjanji akan menjadikan pesan Ibu-ibu Bunaken tersebut sebagai Pekerjaan Rumahnya.

“Ya. Saya catat dan semoga segera diselesaikan,” tandas Kepala Negara.

Diberitakan Setkab.go.id Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana meninjau Taman Nasional Bunaken, di Sulawesi Utara, Jumat (5/7/2019) pagi.

Disana Presiden Jokowi menceritakan soal harapannya soal potensi pariwisata Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati.

Presiden berpesan semua itu harus terus dirawat dan dipelihara dengan baik, karena dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang.

“Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” kata Presiden Jokowi.

Sadar akan potensi besar Taman Nasional Bunaken, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi.

Ke depan, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang.

“Ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Kepala Negara.