Cendekiawan Muslim Ini Ajak Masyarakat Renungkan Kondisi Timur Tengah, Jangan Mau Dipecah Belah

INFONAWACITA.COM – Perang saudara yang tidak kunjung berakhir di Timur Tengah bisa menjadi renungan bagi masyarakat Indonesia yang mulai terpecah belah. Renungan ini disuarakan oleh Cendekiawan Muslim KH Ahmad Ishomuddin.

Tulisan yang diunggahnya di Facebook pada Kamis malam (17/5/2018) bisa menjadi renungan masyarakat Indonesia untuk tidak terjerumus pada ambisi politik kelompok-kelompok tertentu.

“Sungguh mencemaskan dan menyedihkan hati kita saat agama dieksploitasi untuk mencapai tujuan kelompok tertentu. Mereka mencari dalih pembenar dari agama untuk meraih ambisi politiknya,” tulis dosen di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ini.

Baca juga: Kyai Isho: Kebenaran Harus Tetap Disampaikan Sepahit Apapun Itu

Mereka, jelas KH Ishomuddin, bukan hanya berani bertikai tapi juga berani bersikap radikal dan menyebar teror serta menghalalkan pembunuhan. Ia mengajak masyarakat Indonesia melihat kondisi di Timur Tengah seperti Irak, Syuriah dan Yaman yang porak poranda akibat kepentingan ambisi politik sebagian kelompok.

Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin. (Foto: NU Online)

Padahal, lanjutnya, wilayah-wilayah tersebut ialah tempat berjuta umat Muslim berada yang harusnya penuh dengan kedamaian.

“Mereka itu bagai sedang hidup di dalam neraka. Ya, neraka yang apinya menyala-nyala, mengancam dan sangat menggoncangkan jiwa manusia di mana saja. Itulah perang saudara yang tak seorang pun tahu kapan akan berakhirnya,” jelasnya.

Manusia yang seharusnya saling bersaudara nyatanya tidak segan-segan untuk saling memfitnah dan melakukan tindakan keji terhadap sesama manusia lainnya. Situasi tersebut, menurutnya, jauh dari peradaban Muslim yang seharusnya.

“Negeri-negeri Muslim yang dalam sejarah masa lalu itu sangat dikenal dengan ketinggian peradabannya dihancurkan oleh segelintir manusia beragama namun jauh untuk bisa disebut sebagai orang yang beradab,” terangnya.

Khilafah Islamiyyah Topeng Raih Kekuasan Politik

Melalui topeng politik kata Kh Isho mereka meraih kekuasaan dan keuntungan duniawi untuk mewujudkan “khilafah islamiyyah” sebagaimana teror oleh DA’ISY (ISIS) dan kelompok-kelompok “jihadis” sektarian.

Kesemua kelompok tersebut tidak segan mengkafirkan sesama muslim yang tidak sejalan atau yang menghalangi tujuan mereka. “Apa yang mereka lakukan itu sungguh mencoreng dan menodai citra positif ajaran Islam dan berdampak sangat buruk bagi kaum Muslim di seantero dunia,” imbuhnya.

Info terkait: Berbeda Pendapat Wajar, Karena Islam yang Saya Pahami Toleran dengan Perbedaan

Oleh karenanya ia mengajak umat muslim di Indonesia untuk merenungkan kembali pertumpahan darah yang terjadi di wilayah-wilayah Timur Tengah saat ini.

“Saya renungkan bahwa pertumpahan darah di semua tempat itu bermula masuk melalui pertikaian, saling curiga, saling bermusuhan di antara sesama warga bangsa itu yang kemudian mengakibatkan rasa gentar dan kehilangan kekuatan sehingga dikuasai oleh musuh-musuh yang jahat dari mana pun mereka berasal,” tandas Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.