Cegah Malaria, Kemenkes Distribusikan Kelambu di Wilayah Terdampak Gempa Lombok

sumber: avisemiliaromagna.it

INFONAWACITA.COM – Pasca gempa yang menimpa Lombok, telah ditemukan kasus malaria pada dua orang warga Dusun Batu Kemaliq, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Sebab itu, untuk mencegah terjadinya kembali kasus malaria, penggunaan kelambu, terutama kelambu berinsektisida sangat dianjurkan terutama pada wilayah endemis malaria.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pada kejadian pasca gempa di Lombok, sangat memungkinkan terjadi penularan malaria oleh vektor. Penyebabnya, selain karena endemis, juga bisa terjadi karena kasus bawaan, atau kondisi lingkungan yang rusak akibat gempa.

Penggunaan kelambu berinsektisida akan efektif mencegah penularan malaria apabila cakupan penggunaan kelambu di atas 80 persen terutama di wilayah gempa, dan digunakan secara benar.

Tidak hanya digunakan, masyarakat pun perlu merawat kelambu dengan baik. Kelambu diperiksa secara teratur untuk mengetahui ada tidaknya lubang atau bagian yang robek untuk segera dijahit.

Selain itu, kelambu dicuci dengan cara dicelup-celupkan dengan air berlarutan deterjen, tidak boleh direndam. Setelah itu, kelambu dikeringkan dengan dijemur tanpa terkena sinar matahari.

Distribusi Bantuan Kelambu

Penyediaan kelambu seperti yang dilansir dari Sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Kamis (13/9/2018) telah diupayakan dan didistribusikan oleh pemerintah pada korban gempa. Kelambu yang dibagikan telah memenuhi persyaratan teknis seperti ukuran kelambu, dan jenis bahan kelambu.

Hingga saat ini, Kemenkes dan Dinas Kesehatan NTB telah mendistribusikan kelambu kepada masyarakat terdampak gempa di Lombok sebanyak 2.600 kelambu dengan rincian 2.400 dari Kemenkes, dan 200 dari Dinkes NTB. Selanjutnya, sedang diupayakan untuk menambah jumlah kelambu.

Dengan didistribusikannya kelambu ke wilayah gempa, diharapkan tidak ada lagi kasus malaria menyerang warga terdampak gempa bumi di Lombok. (RA)