Bukan Raisha, Pemerintah Rekonstruksi Sekolah di Aceh dengan Teknologi Risha

Rekonstruksi sekolah akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh. (Kementerian PUPR)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah membangun 20 sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Pembangunan tersebut dilakukan untuk menggantikan bangunan yang rusak akibat gempa bumi di tahun 2016 lalu.

Konstruksi yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Balitbang dan dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Selain itu pengerjaannya dilakukan dengan sistem modular sehingga dapat dipasang secara cepat. Masa pelaksanaan pembangunan sekolah selama 150 hari.

Teknologi yang sama potensial untuk digunakan dalam tahap rekonstruksi bangunan dan rumah yang rusak di Lombok yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.

“Untuk membangun secara cepat kata kuncinya adalah standarisasi dan pre-fabrikasi,” kata Dirjen Cipta Karya Danis Sumadilaga, dilansir dari keterangan tertulis.

Baca juga: KemenPUPR: Tenaga Konstruksi Berkualitas Dibutuhkan untuk Percepatan Pembangunan

Sekolah yang dibangun dilengkapi ruang guru, perpustakaan, mushola, laboratorium dan toilet.

Sekolah-sekolah yang dibangun adalah SDN Tampui, SMKN 1 Bandar Dua, SMPN 4 Tampui, dan SDN Jie Jiem. Lalu, SDN Peuduek Tunong, SDN Alue Sane, SDN Peulandok Tunong, SDN Malam Dagang, SDN Muka Blang, dan MAN Trienggadeng.

Kemudian, MAS Ulumul Quran Pidie Jaya, MAS Panteraja, SMPN 2 Trieng Gading, SMA Negeri 1 Trienggadeng, dan SMPN 3 Bandar Baru Jiem Jiem. Selain itu, SMP Negeri 1 Samalanga, SDN Blang Bunot, SDN Jalan Rata, SDN 28 Bandar Baru dan SMKN 1 Bandar Baru.

Pembangunan menggunakan anggaran tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp 55,151 miliar.