BPPT: Prastudi Keseluruhan KA Semi Cepat Hingga Akhir Desember

Kepala BPPT Unggul Priyanto. foto: viva.co.id

INFONAWACITA.COM – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melanjutkan prastudi keseluruhan aspek pengembangan peningkatan kecepatan kereta api semicepat koridor Jakarta-Surabaya hingga akhir Desember 2017.

“Prastudinya masih dilanjutkan, masih bisa berubah, tapi akhir Desember ini harus sudah selesai,” kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di Yogyakarta, Kamis (7/12).

Dengan kajian ini, ia mengatakan diharapkan mampu menjadi solusi agar kereta Jakarta-Surabaya ini mampu mengurangi beban transportasi darat dan udara.

Kereta ini kedepannya diharap mampu menjadi moda transportasi pilihan masyarakat.

BPPT melakukan prastudi kelayakan revitalisasi jalur kereta rute Jakarta-Surabaya bersamaan dengan Japan International Coorporation Agency (JICA).

Baca juga: ( Menhub Inginkan Proyek KA Semi Cepat Gunakan Komponen Dalam Negeri )

Namun sejauh ini kajian tersebut belum mengerucut sehingga masih diperlukan waktu lagi untuk menghasilkan pilihan skenario yang sesuai dengan yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Ia berharap ada masukan dari perwakilan berbagai pemangku kepentingan sehingga ditemukan skenario yang paling pas dan tidak menimbulkan perdebatan lagi di masyarakat saat pembangunan dilakukan.

BPPT dan JICA, menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, masih perlu mengkaji lagi lebih lanjut untuk mendapatkan skenario yang benar-benar pas dari berbagai aspek terutama finansial dan waktu tempuh kereta semicepat tersebut.

Budi Karya Sumadi berharap skenario yang dihasilkan dari seminar di Yogyakarta ini bisa memberikan pilihan teknologi yang cerdas, cepat dan ekonomis.

Lima Jam 30 Menit

Ia memberikan spesifikasi agar kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar lima jam 30 menit, atau bahkan lebih cepat lagi. Dengan perhitungan dana mencapai Rp60 triliun.

“Jakarta-Surabaya selama ini dilayani Argo Bromo dengan waktu tempuh sembilan jam, kita ingin percepat menjadi 5,30 jam. Ini suatu pemikiran dan keharusan bagi tim kajian, untuk mewujudkan itu. Ini juga visi dan misi Presiden untuk meningkatkan daya saing nasional,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu ia juga meminta selain melakukan kajian infrastrukturnya juga memperhatikan aspek sosial dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Karena itu, seperti yang juga disampaikan Kepala BPPT, pembangunan infastruktur harus juga berdampak pada kemajuan industri di Tanah Air. (ANT/HG)