BNPB: Erupsi Gunung Agung Tak Membahayakan

ilustrasi (Foto: breakingnews.co.id)

INFONAWACITA.COM – Gunung Agung, Minggu (24/12) pukul 10.05 WITA mengeluarkan asap kelabu tebal dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 2.500 meter di atas puncak kawah mengarah ke timur laut. Sehari sebelumnya Gunung Agung juga mengeluarkan asap setinggi 2.500 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers mengatakan erupsi hanya berlangsung sesaat, sekitar 10 menit.

“Tidak ada dampak merusak dari kedua erupsi tersebut. Aktivitas masyarakat di Bali normal. Justru banyak masyarakat di sekitar Bali menikmati erupsi. Tidak ada kepanikan di masyarakat. Saat ini masyarakat sudah teredukasi dengan cukup baik mengenai erupsi dan ancaman dari Gunung Agung,” kata Sutopo, dilansir dari Antara.

Sutopo mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sampai saat ini masih menetapkan Gunung Agung status Awas (level 4) yang diberlakukan sejak 27 November lalu.

Namun, status Awas itu hanya berlaku pada radius 8-10 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. “Artinya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 8-10 kilometer dari puncak kawah. Di luar area itu aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman,” ungkapnya.

Sutopo menlanjutkan kode VONA (Vulcano Observatory Notice for Aviation) untuk Gunung Agung saat ini Oranye. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Bandara Internasional Lombok beroperasi normal dan aman.

Ia menambahkan, selama musim penghujan hingga April 2018, arah angin di Bali akan dominan ke arah timur-tenggara sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar akan aman.(AR/ANT)