BNN: Indonesia Masih Jadi Pangsa Pasar Tebesar Pengedaran Narkotika

Pembakaran barang bukti narkotika oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu (foto: kompas.com)

INFONAWACITA.COM – Indonesia menjadi salah satu sasaran dan pangsa pasar terbesar dalam peredaran narkotika yang dikendalikan oleh jaringan nasional dan internasional. Untuk itu pemerintah telah mengambil langkah tegas dalam menghadapi bentuk perang modern ini.

Kabag Umum Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Cecep Suherman menjelaskan di awal pemerintahannnya Presiden Joko Widodo menyatakan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba dan menyatakan perang besar terhadap segala bentuk kejahatan narkotika.

Sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika, Presiden telah mengeksekusi para terpidana mati kasus narkotika beberapa waktu lalu.

Salah satunya adalah Freddy Budiman Gembong Narkotika Kelas kakap di Indonesia yang kerap terlibat kasus kasus penyelundupan narkotika dari mancanegara meskipun tengah mendekam dalam jeruji besi.

“Meski menuai kontroversi dari pihak asing, sebanyak 15 terpidana mati baik WNA maupun WNI kasus narkotika telah dieksekusi,” ujar Cecep seperti yang dilansir dari jabarprov.go.id Kamis (28/12).

Ia menegaskan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan tindak kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.

“Oleh karena itu kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara menyeluruh atau komprehensif,” jelasnya.

Strategi

Tindakan tegas ini mendorong BNN sebagai lembaga Negara yang bertugas melaksanakan Pemerintahan dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), untuk lebih agresif dalam menangani permasalahan narkotika di Indonesia melalui strategi deman reduction.

Strategi ini menekankan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika. “BNN juga menerapkan strategi supply reduction melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera,” tandasnya. (RA)