Presiden Tekankan Pentingnya Keterlibatan INTI Membuka Lapangan Pekerjaan

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bertemu Presiden

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengatakan pentingnya keterlibatan dalam membuka lapangan kerja baru agar tenaga kerja yang ada bisa terserap.

“Beliau menekankan pentingnya kita membuka lapangan kerja baru karena dengan membuka lapangan kerja, tenaga kerja terserap, ekonomi bisa bertumbuh sehingga kesenjangan sekarang yang masih dirasakan akan dapat diatasi dengan baik,” ujar Wakil Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Budi Santoso Tanuwibowo.

Pembukaan lapangan kerja baru tersebut, menurut Budi, menyangkut banyak hal termasuk pertanian, khususnya holtikultura, buah-buahan dan segala macam yang perlu dikembangkan. Sehingga ke depan, Indonesia mampu menjadi bangsa yang bisa menjadi pengekspor buah.

“Intinya tidak ada masalah, karena kita menyadari sebagian anggota INTI adalah pengusaha, Presiden meminta kita untuk lebih meningkatkan investasi tanpa perlu ragu dengan segala hal yang menghambat seperti keamanan politik dan lain-lain. Kita yakin bahwa kalau kita bersatu negeri ini bisa menjadi negeri yang besar,” ujarnya.

Sebagai komunitas, lanjut Budi, anggota INTI punya profesi masing masing, dan setiap profesi punya tanggung jawab masing-masing. Ia meyakini jika masing-masing melakukan tangggung jawab itu dengan sebaik-baiknya niscaya negeri ini akan aman.

“Eksekutif bertindak seperti eksekutif, legislatif seperti legislatif, pengusaha seperti pengusaha jangan dicampur aduk,” jelas Budi di Istana Merdeka Jakarta seperti yang dilansir dari Setkab.go.id pada Rabu, (5/12/2018).

Kondisi politik di mata INTI

Saat ditanya mengenai kondisi politik di tanah air, Budi mengatakan, kalau dibandingkan negara lain kita masih baik-baik saja. Ia meyakini, siapa pun dia, ada di garis manapun rasa cintanya pada Republik Indonesia pasti besar.

“Itulah yang harus kita yakini karena negeri ini bukan negeri kemarin sore dan bukan negeri yang datang begitu saja, tetapi lewat perjuangan, pergulatan dan pertentangan batin di antara kita. Tetapi akhirnya kita sepakat memilih Pancasila sebagai pegangan kita bersama,” tandasnya.