Berlatar Belakang Perkeretapian, Bos Baru PT INKA Harus Banyak Belajar, Ini Penjelasannya

Salah satu produk PT Inka, Madiun. (Foto: facebook/ASEAN Skyline)

INFONAWACITA.COM РDirektur Utama Perseroan Terbatas Industri Kereta Api (Dirut PT INKA) Budi Noviantoro harus belajar banyak manufaktur sarana perkeretaapian

Meski latar belakang Budi adalah penguasaan terhadap prasarana perkeretaapian, pengalamannya selama ini adalah di KAI yg merupakan Badan Penyelenggara perkeretaapian.

“Budi bukanlah orang baru dalam industri perkeretaapian. Sebelum diangkat menjadi Dirut INKA, Budi menjabat sebagai Direktur Logistik dan Pengembangan di PT Kereta Api Indonesia (KAI).” kata Ketua Umum Teknologi dan Inovasi Perkeretapian Indonesia Taufik Hidayat ke infonawacita.com di Jakarta, Selasa (16/1)

Pengangkatan ini berdasarkan SK-09/MBU/01/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Industri Kereta Api (INKA).

Pengangkatan tersebut menggantikan Dirut INKA sebelumnya R. Agus H. Purnomo sebagai Direktur Utama PT INKA (Persero) yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-172/MBU/08/2017.

Agus yang menjadi Dirut terhitung sejak November 2017 diberhentikan dengan hormat oleh Rini.

“Tentu dia (Budi) harus banyak belajar, terlebih lagi kondisi INKA saat ini tidak terlalu bagus, baik dari aspek finansial, penguasaan teknologi sarana terkini (khususnya kereta berpenggerak), kualitas produk yang kerap mendapat komplain dari KAI maupun pengguna jasa KA, kemampuan daya saing, keterlambatan deliveri, metode produksi yang efektif dan efisien, dan masih banyak lagi persoalan-persoalan internal lainnya yang sungguh membutuhkan upaya yang sangat serius untuk membenahinya.” katanya.

Terlebih ungkap Taufik pemerintah telah memberikan PMN sebesar Rp 1 triliun guna membantu INKA meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi.

“Namun dampak pemberian PMN tersebut belum tampak dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.” ungkapnya.

Tujuan Pendirian PT INKA

INKA kata Taufik didirikan bukan semata untuk membesarkan dirinya sendiri, namun ada dua aspek utama yang menjadi tujuannya.

Pertama, menyediakan sarana perkeretaapian berkualitas tinggi dan berkeandalan tinggi dengan harga sewajarnya sehingga KAI dan pengguna jasa KA memperoleh manfaat sebesar-besarnya.

Kedua, INKA berkewajiban membangun piramida industri dengan melibatkan sebanyak mungkin industri-industri kecil di dalam negeri yg mendukung produksi kereta berkualitas.

“Akhir-akhir ini INKA justru menyetahkan sejumlah aktivitas produksi kepada manufaktur negara lain, misalnya China. Ini tentu amat disesalkan.” paparnya

Bermodal pengalaman puluhan tahun di KAI yang menggunakan produk INKA, diharapkan Budi mampu menjembatani kebutuhan dan mensinergikan kedua BUMN.

“Apakah Budi mampu mengikuti kesuksesan Jonan di KAI, yaitu mengubah INKA menjadi jauh lebih baik dari aspek kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi, membangun piramida industri, serta peningkatan daya saing ditengah pesimisme atas kebangkitan industri sarana perkeretaapian tsb? Hanya waktu yg akan menjawabnya” tambahnya. (HG)