Berkenalan dengan Judesa, Inovasi Jembatan Desa di Era Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau jembatan gantung Mangunsuko, di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin, 18 September 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Pembangunan Desa menjadi fokus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama memimpin Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun menciptakan inovasi untuk membangun perekonomian desa.

Inovasi tersebut diberupa jembatan gantung yang akan menghubungkan satu desa dengan desa lainnya.

Jembatan gantung ini diberi nama Judesa (Jembatan untuk Desa Asimetris). Melalui twitter resmi @KemenPUPR hasil Judesa yang sudah dibangun KemenPUPR ini dipamerkan.

Terlihat dalam gambar yang diupload pada Kamis (11/1) terpampang jembatan gantung yang kokoh. “Sobat, taukah kamu @BalitbangPU telah mengembangkan inovasi teknologi #jembatan gantung yg diberi nama #Judesa (Jembatan untuk Desa Asimetris)?” cuit akun tersebut.

Jembatan ini bisa menghubungkan dari satu desa ke desa lainnya atau dari kecamatan ke kecamatan lainnya yang terpisahkan oleh sungai.

Diharapkan, dengan adanya Judesa dapat menghilangkan hambatan masyarakat desa baik dari sektor pendidkan, informasi, kesehatan, pemasaran hasil pertanian dan kebutuhan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat desa terpencil.

Akan Dibangun 300 Jembatan

Rencananya pada tahun 2018 KemenPUPR akan membangun 300 Judesa di wilayah-wilayah terisolir di Indonesia.

Jembatan jenis ini bukan hanya saja dapat dilalui orang namun juga dapat dilalui kendaraan bermotor.

Pembangunan Judesa umumnya lebih mudah,  hal ini karena ada pengurangan komponen sistem pengaku ikatan angin.

Pasalnya, sistem ini memanfaatkan struktur lantai monolit yang cukup kaku terhadap gaya lateral.

Apalagi, dengan sistem prefabrikasi, material bisa disiapkan di pabrik sehingga lebih cepat. Sehingga total pengerjaan jembatan di lokasi hanya sekitar 3-4 bulan.

Ternyata Judesa sendiri sudah mulai dibangun di desa-desa terisolir di Indonesia sejak tahun 2015.

Seperti dikutip dari Kompas.com pada Rabu (15/04/2015) percontohannya diresmikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menghubungkan dua desa, yaitu Desa Cihawuk dan Desa Cibeureum.

Desa ini dipilih untuk menjadi percontohan jembatan karena sifat topografinya yang curam dan ekstrem untuk dilalui masyarakat. (DS/HG)