Berkat Terobosan Pemerintah, Peringkat Kemudahan Berbisnis Indonesia Naik

Ilustrasi (Foto: okezone.com)

INFONAWACITA.COM – Peringkat Indonesia dalam kemudahan berbisnis naik 19 peringkat. Dalam pemeringkatan Bank Dunia itu, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-72 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-92.

Naiknya peringkat ini dinilai karena beberapa terobosan pemerintah dalam hal kemudahan berbisnis. Hal inilah yang dijelaskan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo A. Chaves di Jakarta, Rabu (1/11).

Chaves memberikan contoh kemudahan seperti upaya Indonesia melakukan perbaikan dalam hal biaya sambungan listrik dengan mengurangi biaya sambungan dan sertifikasi kabel internal.

Chaves mengungkapkan, jika biaya untuk sambungan listrik sebelumnya sebesar 357 persen dari pendapatan per kapita, kini turun jadi 276 persen.

“Di Jakarta, dengan proses permintaan untuk sambungan baru yang lebih singkat, listrik juga bisa didapat dengan lebih mudah,” kata Chaves seperti dikutip dari Kompas.com pada Rabu (1/11).

Chaves juga menjelaskan kini Indonesia juga sudah bisa menawarkan biaya memulai usaha yang rendah. “Biaya memulai usaha dibuat lebih rendah, dari sebelumnya 19,4 persen turun jadi 10,9 persen pendapatan per kapita,” kata Chaves.

Akses perkreditan

Poin berikutnya tentang peningkatan akses perkreditan dengan dibukanya biro-biro kredit baru, kemudian adanya sistem penagihan pajak, bea cukai, hingga pendapatan bukan pajak secara elektronik untuk perdagangan lintas negara.

Dengan sistem tersebut, waktu mengurus dokumen saat kegiatan impor turun dari 133 jam menjadi 119 jam.

“Pendaftaran properti pun dibuat lebih murah dengan pengurangan pajak transfer, sehingga mengurangi biaya keseluruhan, yang awalnya 10,8 persen jadi 8,3 persen dari nilai properti,” ujar Chaves.

Poin terakhir adalah adanya peningkatan hak dan peran dari pemegang saham minoritas. Peningkatan hak dan peran yang dimaksud misalkan saat pengambilan keputusan perusahaan besar serta transparansi kinerja perusahaan.

Semua indikator yang telah disebutkan merupakan reformasi di berbagai bidang yang berpengaruh pada aspek kemudahan berbisnis di Indonesia, sebagaimana ditulis dalam laporan Bank Dunia bertajuk “Doing Bussiness 2018: Reforming to Create Jobs”. (*/DS/yi)