Berkat Pemerintahan Jokowi, Dua Desa Ini Nikmati Air Bersih

Pemotongan pita menandai serah terima bantuan sumur bor di Desa Sidomulyo Bakung.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

INFONAWACITA.COM – Akhirnya kini dua desa di Blitar dan Jombang tidak lagi kesulitan air bersih. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membangun sumur bor untuk dua daerah sulit air di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kedua wilayah sulit air tersebut yaitu Desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kab. Blitar dan Desa Ngusikan, Kec Ngusikan, Kab. Jombang.

Serah terima bantuan dari Pemerintah tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi kepada perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar dan Jombang di lokasi Sumur Bor Desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kabupaten Blitar, Rabu (13/2/2019).

Dilaporkan Kadis Perumahan dan Pengembangan Permukiman Blitar, Agus Santosa, hingga akhir tahun 2018, akses air bersih di Kabupaten tersebut baru mencapai 78%.

Salah satu kendalanya karena daerah Blitar tidak memiliki cekungan air tanah sehingga kesulitan air. “Pada musim kemarau air lebih mahal daripada emas karena sangat sulit mendapatkan air bersih,” ungkap Agus Santosa seperti termuat dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Agus Cahyono Adi menuturkan bahwa air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, baik untuk konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya.

“Namun, masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih, baik karena kondisi alam, maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air,” jelas Agus Cahyono Adi dalam sambutannya.

Tugas Badan Geologi

Ia menuturkan, salah satu tugas dan fungsi Badan Geologi, Kementerian ESDM di bidang air tanah adalah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, yaitu penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air di seluruh wilayah Indonesia.

“Sampai dengan akhir tahun 2018, Badan Geologi, Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2.288 unit sumur bor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3 per tahun dan dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa” ungkap Agus Cahyono Adi*.

Sumur bor tersebut lanjut Agus Cahyono Adi, tersebar di 33 provinsi. Untuk Kabupaten Blitar sendiri, total telah berhasil dibangun 8 unit sumur bor, tersebar di 5 kecamatan dan 8 desa, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 439 m3 per tahun dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi 20 ribu jiwa penduduk.

Sedangkan di Kab. Jombang hingga tahun 2018 telah berhasil dibangun sebanyak 4 unit sumur bor, tersebar di 4 kecamatan dan 4 desa, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 240 ribu m3 per tahun dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sebanyak 11 ribu jiwa penduduk.