Berhasil Taklukkan Everest, Moeldoko: Mereka Seperti Jokowi yang Banyak Aksi, Tidak Banyak Bicara

Kepala KSP Moeldoko bersama dua mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang berhasil taklukan Puncak Everest. (foto: Humas KSP)

INFONAWACITA.COM – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi dua wanita yang berhasil menaklukan puncak Everest setinggi 8.848 meter. Menurut Moeldoko, persis seperti Presiden Jokowi, dua wanita itu lakukan aksi nyata tanpa banyak bicara.

Moeldoko menjelaskan, sosok-sosok seperti inilah yang saat ini dibutuhkan generasi milineal sebagai panutan.

“Yang penting contoh, teladan, tak perlu banyak bicara. Sama seperti Presiden Jokowi, tidak banyak bicara, tapi banyak membangun dan menyejahterakan warga,” ungkapnya saat menerima kunjungan dua pendaki wanita tersebut di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jum’at (8/6/2018).

Dua mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari memang berhasil menaklukan 7 puncak gunung tertinggi di dunia.

Taklukan 7 Puncak Dunia

Wanita yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala itu sebelumnya sudah menaklukan puncak Carstensz Pyramid di lempeng Australiasia (4.884 m, 13 Agustus 2014).

Lalu, puncak Elbrus di lempeng Eropa (5.642 m, 15 Mei 2015), Kilimanjaro di lempeng Afrika (5.895 m, 24 Mei 2015), dan Aconcagua di lempeng Amerika Selatan (6.962 m, 30 Januari 2016). Kemudian, Vinson Massif di lempeng Antartika (4.892 m, 4 Januari 2017), dan Denali di lempeng Amerika Utara (6.190 m, 7 Juli 2017).

Selama 4 tahun mereka berjuang menaklukan 7 puncak gunung tersebut. Moeldoko menganggap aksi keduanya merupakan sebuah kebanggaan bagi Bangsa Indonesia.

“Selamat atas prestasi luar biasa ini. Kalian telah menjadi kebanggaan bangsa, menggelorakan nama Indonesia di dunia internasional, sehingga orang luar tak bisa lagi menyepelekan negara kita,” kata Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini menegaskan, perjuangan seperti yang dilakukan Didi dan Mathilda tidaklah mudah.

“Mereka ini orang-orang hebat, yang selalu menjadikan tantangan sebagai kebutuhan. Semangat menghadapi tantangan ini harus diviralkan kepada generasi millenial,” papar Moeldoko. (DS/yi)