Berdayakan Warga Binaan, Menkumham Resmikan Industri Lapas

Yasonna Laoly (foto: setkab)

INFONAWACITA.COM – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meresmikan beroperasinya industri di 10 Lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat, Sabtu (4/1) kemarin. Peresmian ini dipusatkan di Lapas Klas III Warung Kiara, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Yasonna, industri lapas ini sengaja dibangun untuk menghadirkan negara dalam mendukung aktivitas pemberdayaan warga binaan di Lapas. Industri lapas mencakup bidang peternakan dan penggemukan sapi, percetakan, garmen atau tekstil, pengolahan makanan dan tempat pelatihan industri perikanan.

“Peresmian industri lapas ini sebagai wujud kehadiran negara untuk mendukung aktivitas pemberdayaan warga binaan di lapas. Ini juga akan menjadi bekal warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” kata Yasonna.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan atau Aher menyambut baik program tersebut yang akan mendukung program ketahanan pangan di Jabar. Menurut Aher, keberadaan industri penggemukan sapi di 3 lapas yang mengelola 150 hingga 200 ekor sapi per-lapas untuk pembinaan sejalan dengan program Pemprov Jabar yang fokus ketahanan pangan protein hewani.

“Industri peternakan berpotensi untuk menjadi industri makanan lapas, karena dari peternakan sapi ini akan diolah menjadi bahan makanan seperti bakso dan abon sapi,” kata Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jabar Susy Susilawati mengatakan warga binaan yang akan mengikuti program ini, harus melalui proses seleksi. Setelah lolos seleksi dan dinyatakan berkelakuan baik, kata Susy, barulah bisa ikut dalam program tersebut.

“Jadi warga binaan yang sudah diseleksi kemudian menjalani proses asimilasi dan jika berkelakuan baik kemudian dilatih,” kata Susy.

Menurut Susy, program industri lapas merupakan terobosan Kemenkumham yang bertujuan untuk memberdayakan warga binaan agar memiliki keahlian tertentu, sesuai dengan industri yang digelutinya. Susy mencontohkan warga binaan yang bekerja di penggemukan sapi akan dilatih agar memiliki keahlian dalam penggemukan sapi.

“Tujuan lain dari program ini, untuk mendapatkan pemasukan negara bukan pajak dan warga binaan pun akan mendapatkan upah dalam bentuk premi. Untuk lingkup Jabar, industri lapas ini diharapkan mampu membantu program ketahanan pangan,” kata Susy. (AK)