Berantas Korupsi, Kejati Sulselbar Gerak Cepat

INFONAWACITA.COM- Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dibawah pimpinan Kajati Sul-SelBar Jan Samuel Maringka bergerak cepat memberantas korupsi. Pasalnya Hanya dalam waktu dua hari Kejaksaan Negeri Gowa telah menahan 3 terdakwa korupsi.

Satu kasus terkait penyalahgunaan bantuan paket sarana produksi kedelai sedangkan satu kasus lagi terkait penyewaan tanah negara.
Pada kasus yang melibatkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Zulkarnaen, Kejari Gowa resmi menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) itu pada Kamis (6/7). Penahanan tersebut terkait kasus perkara tipikor Penyalahgunaan Bantuan Paket Sarana Produksi Kedelei melalui Bantuan Sosial (Bansos).

Zulkarnaen yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis, Petunjuk Pelaksanaan dan Pedoman Umum dalam penerapan Bantuan Paket Sarana Produksi Kedelei melalui Bantuan Sosial (Bansos) dengan Program/kegiatan PAT-PIP APBN-P TA 2015 di Kab. Gowa.

Menurut rilis yang diterima Infonawacita.com terdakwa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah menyetujui inisiatif Tim Teknis Muh. Said untuk menyalurkan Sarana Produksi Saprodi kepada Kelompok Tani sebelum dana cair. Selain itu terdakwa juga memerintahkan para Kepala Cabang Dinas Pertanian untuk melakukan pemotongan dana Kelompok Tani setelah dana bantuan tersebut cair.

Pada kasus korupsi ini kerugian negara mencapai Rp. 3,4 milyar lebih. Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kajari Gowa no. Print-01/R.4.14/RT.2/Ft.1/07/2017. Berdasarkan surat penahanan tersebut Zulkarnaen ditahan di Rutan/Lapas kelas I Makasar selama 20 hari. Pada video yang diterima terlihat Zulkarnaen langsung dibawa petugas Kejari Gowa memakai mobil hitam untuk dibawa ke Lapas kelas I Makasar.

Sehari sebelumnya Kejari Gowa juga telah menahan dua tersangka
kasus Tindak Pidana Korupsi penyewaan tanah negara di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo kota Makasar. Kedua tersangka atas nama Rusdin dan Jayanti sekalu penerima sewa tanah negara resmi ditahan pada Rabu (5/7).

Dalam perkara ini tersangka kapasitasnya sebagai penerima sewa lahan dengan menerima sewa PT.PP selaku pelaksana New Port Makasar. Kasus korupsi ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.500 juta. Berdasarkan Surat Perintah Kepala kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: Print 405-406/R.4.5/Fd.1/07/2017 pertanggal 5 Juli satu tersangka Jayanti ditahan di Rutan Kelas I A Makasar sedangkan Rusdin ditahan di Lapas Kelas IA Makasar.

Selain 3 tersangka yang ditahan, Kejari Gowa juga telah melakukan pencekalan terhadap salah satu asisten 1 Pemkot Makasar Sabri. Pencekalan ini dilakukan karena Sabri pada Kamis (6/7) mangkir tanpa keterangan dalam panggilan Kejari Gowa. “Namun terhadap tersangka Sabri, hari ini juga kami telah melakukan pencekalan/pencegahan keluar negeri,” kata Kajati Gowa Jan Samuel Maringka.

Saat ini Kejati Sulsel juga sedang menangani proyek pengadaan lahan bandara Sultan Hasanudin sebagai proyek strategis nasional.