BEM UI Beri Kartu Kuning, UGM Sudah Hadir di Asmat

UGM Kirim Tim ke Asmat, Papua untuk tangani gizi buruk (foto: ugm.ac.id)

INFONAWACITA.COM – Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, memberikan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan Dies Natalis UI yang ke 68.

Pemberian kartu kuning tersebut, kata Zaadit, merupakan peringatan kepada Presiden Jokowi atas beberapa kondisi di Indonesia. Salah satunya masalah gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Aksi Zaadit ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Salah satunya @Giewahyudi. Pada akun twitter tersebut Gie mencapture isi tweet dari @UGMYogyakarta yang membagikan foto keterlibatan UGM dalam penanganan gizi buruk di Papua.

“UGM mengirimkan Disaster Response Unit (DERU) ke Agats, Asmat, Papua untuk membantu penanganan masalah gizi buruk,” cuit @UGMYogyakarta pada 28 Januari lalu.

Gie Wahyudi pun menyayangkan BEM UI yang justru dianggap ketinggalan untuk bisa berkontribusi pada kasus gizi buruk di Asmat.

“UGM, UKSW, dan Unhas udah kirim tim ke Asmat. BEM UI baru berencana. Itu pun baru bilang setelah diajak Pak Jokowi,” cuit Gie.

Info Terkait: Dari Papua, Panglima TNI Bawa Kabar Gembira, Apa Itu?

Info Terkait: Konkret, PBNU Terjunkan Relawan Kesehatan Ke Asmat Papua

 

Kirim Tim Sejak Akhir Januari

Pada website resmi ugm.ac.id memang diberitakan, Tim UGM yang tergabung dalam Disaster Response Unit (DERU) dikirim ke Agats, Asmat, Papua. Tim ini diperuntukan untuk membantu penanganan masalah gizi buruk.

Tim UGM tersebut terdiri dari 7 orang. Dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, serta Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Nanung Agus Fitriyanto, Ph.D.

Rachmawan menuturkan, pengiriman tim DERU UGM ini terdiri dari 2 gelombang, yakni Rabu dan Kamis lalu. Tim ini akan bersinergi dengan pemkab setempat, Kemenkes dan TNI dalam penanganan masalah gizi buruk dan berbagai dampaknya.

“Ini nanti sekaligus menyiapkan tim UGM selanjutnya (jumlah lebih besar) untuk program multidisiplin jangka menengah,” papar Rachmawan ketika dikutip dari ugm.ac.id pada (28/2/2018).

(foto: ugm.ac.id)

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi pun tidak mempermasalahkan aksi Zaadit yang memberikannya kartu kuning karena masalah gizi buruk di Papua. Menurutnya aksi tersebut wajar dilakukan oleh mahasiswa yang memang seharusnya mengkritisi pemerintah.

Presiden Jokowi bahkan berencana mau memboyong BEM UI ke Papua untuk bersama-sama membantu dan melihat kondisi di Asmat, Papua.

Info Terkait: Ini Serius, TNI Akan Kerahkan Kapal Untuk Layani Kesehatan Di Asmat

Info Terkait: Presiden Jokowi: ‘Mungkin Nanti Saya Akan Kirim Semua Ketua Dan Anggota Di BEM UI Ke Asmat’