Belum Kenal Medsos, Begini Aktivis 98 Bergerak Lawan Rezim Soeharto

Historia.id

INFONAWACITA.COM – Sosiolog Ariel Heryanto membongkar bagaimana sistem pergerakan mahasiswa 98 ketika melawan rezim Soeharto. Saat itu kata Ariel, pergerakan jauh dari kata media sosial.

Namun kata Ariel cara tersebut justru membuat penguasa ketar ketir.

“Alumni Lain: yang pernah bikin penguasa negara pra-1998 gentar di masa awal internet dan sebelum ada media sosial,” cuit @ariel_heryanto pada Rabu (3/7/2019) sambil mengunggah sebuah foto undangan resmi.

 

Tertulis undangan tersebut berasal dari Yayasan Alumni Tempo. Termuat tanggal di undangan tersebut ialah 13 Maret 1996.

Undangan tersebut ditujukan langsung kepada Ariel Heryanto.

Tema dari undangan ialah perayaan 25 tahun media TEMPO. “Yayasan alumni TEMPO akan mengadakan serangkaian acara lain Pemeran Foto, Diskusi Ilmiah, Pembacaan Puisi dan Pembacaan Cerpen,” tertulis dalam paragraf pertama undangan tersebut.

“Sehubungan dengan acara tersebut kami mohon kesediaan sdr, Ariel Heryanto untuk menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Ilmiah, Cendikiawan dan Kekuasaan,” lanjut tertulis dalam undangan tersebut.

Seperti surat resmi pada umumnya, undangan tersebut juga dibubuhi dengan tanda tangan panitia dan kepala surat.

Surat undangan diskusi tahun 1996 yang didapat Ariel Heryanto

Jika melihat undangan tersebut pasti kita berfikir soal majunya teknologi di era saat ini. Kini umumnya undangan diskusi hanya dikirimkan lewat pesan What’s app atau surat elektronik.

Selain itu diskusi 20 tahun pasca reformasi juga dianggap sudah bebas, tidak seperti di era perayaan ulang tahun TEMPO yang ke 25 tahun seperti yang termuat dalam surat.

Saat itu hampir seluruh diskusi harus mendapatkan izin resmi dari pemerintah. Terlebih diskusi yang sifatnya ilmiah dan berbau politik.