Begini Situasi Keluarga Korban Aksi Teror di Surabaya yang Ditemui Kemensos

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Twitter)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Twitter)

INFONAWACITA.COM – Perasaan duka yang mendalam membuat keluarga korban teror bom di Surabaya sampai tidak sanggup menerima Tim Dukungan Psikososial (LDP) yang dikirimkan oleh Kementerian Sosial. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.

Harry menjelaskan tim Kemensos sudah mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan sosial dan moral. Mereka juga sekaligus menyampaikan persyaratan-persyaratan agar ahli waris mendapatkan santunan kematian dari Kemensos.

Meski demikian saat kunjungan Harry tidak menampik jika masih banyak keluarga korban yang masih terpukul dengan kejadian tersebut.

“Perlu waktu memang untuk melakukan pendataan. Tim LDP harus mendalami kondisi keluarga korban, menyampaikan menyampaikan rasa duka, serta jelaskan misi bahwa mereka diutus pemerintah untuk melakukan pendampingan psikososial. Perlahan setelah komunikasi berjalan, mereka bisa memahami,” papar Harry seperti termuat dalam keterangan resmi Rabu (16/5/2018).

Bahkan, lanjutnya, ada beberapa keluarga yang sama sekali tidak sanggup berkomunikasi dengan tim LDP karena perasaan duka yang sangat mendalam. “Akhirnya tidak dipaksakan. Kami minta tim mengulang lagi keesokan harinya,” kata Harry.

Berlangsungnya Kegiatan

Selain memberikan dukungan moral dan sosial kepada keluarga korban yang ditinggalkan,  Kemensos juga menurunkan tim LDP untuk memberikan layanan dukungan piskososial kepada warga di Rusunawa Wonocolo. Mereka merupakan warga yang terdampak dari aksi peledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo.

Kegiatan LDP dilakukan di aula rusunawa Tower A karena Tower B yang merupakan lokasi ledakan telah dipasang garis batas polisi dan dijaga ketat oleh aparat untuk dilakukan investigasi. Warga tower B yang diungsikan ke Tower A sebanyak 94 kepala keluarga.

“Seluruh penghuni tower B harus meninggalkan unit hunian mereka dan untuk sementara tinggal di aula rusunawa. Untuk memberikan perlindungan kepada warga terdampak, kami mendirikan Dapur Umum Lapangan, serta bantuan berupa selimut, peralatan dapur, family kit, mainan anak-anak, dll,” katanya. (DS/yi)