Begini Penampakan Rumah Khusus Warga Terdampak Pembangunan Bendungan Kuningan

Rumah khusus bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Kuningan. (Kementerian PUPR)

INFONAWACITA.COM – Ada kabar baik bagi warga desa yang direlokasi akibat terkena dampak pembangunan Bendungan Kuningan di Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan rumah khusus yang diperuntukkan bagi mereka. Demikian dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, Sabtu (26/5/2018).

“Kebutuhannya ada 360 rumah. Dibangun secara bertahap sesuai ketersediaan lahannya yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi Rumah Khusus di Desa Tanjung Kerta, Kuningan, Kamis (24/5/2018).

Foto: Kementerian PUPR

Info terkait: Pemerintah Janjikan Bangun Lima Bendungan di Jawa Barat, Mana Saja?

Di Desa Tanjung Kerta, sebanyak 40 unit Rumah khusus tipe 36 dibangun oleh Kementerian PUPR dan seluruhnya telah dihuni oleh warga. “Total anggarannya pembangunan Rusus di Desa Tanjung Kerta sebesar Rp 4,8 miliar termasuk untuk PSU (prasarana, dan sarana utilitas) ┬áseperti jalan akses berbeton,” ujar Menteri Basuki.

Selain di Desa Tanjung Kerta, telah dibangun pula rumah khusus di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru sebanyak 60 unit tipe 36 dengan biaya Rp 7,2 miliar.

Pembangunan dilakukan melalui DIPA APBN Ditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR tahun 2017 dengan biaya Rp125 juta per unit. Rinciannya untuk bangunan rumah sekitar Rp110 juta dan untuk furnitur seperti tempat tidur, sofa, meja, dan kursi sebesar Rp 15 juta.

Warga Merasa Nyaman
Foto: Kementerian PUPR

Eni Lesminawati, salah seorang penghuni rumah khusus mengatakan merasa nyaman tinggal di rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Terlebih saat menempati rumah tersebut, warga telah difasilitasi dengan ketersediaan air bersih, listrik dan perabot rumah tangga.

“Saya sudah dua bulan tinggal di rumah ini. Lebih enak dan lebih nyaman, lingkungannya juga bagus dengan kondisi jalan yang dibeton dengan rapih. Masyarakat disini sangat berterima kasih atas rumah dan bantuan lainnya,” ujarnya.

Pembangunan  bendungan dengan luas genangan 221,59 hektar tersebut meliputi lima desa dan dua kecamatan, yakni Desa Randusari, Desa Kawungsari, Desa Sukarapih di Kecamatan Cibeureum dan Desa Tanjung Kerta serta Desa Simpai Jaya di Kecamatan Karangkancana.