Bawaslu: Partisipasi Masyarakat Melakukan Pengawasan Pemilu Masih Minim

Ilustrasi Pemilihan Umum (Pemilu) (foto: kalteng)

INFONAWACITA.COM – Tingkat pengawasan masyarakat terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) dinilai masih minim. Padahal untuk tingkat partisipasinya dalam memberikan suara sudah mulai banyak yang memiliki kesadaran.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Hukum, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Angga N Nugraha.

“Diperlukan upaya proaktif untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Pemilu,” ujar Angga seperti yang dilansir dari laman jabarprov.go.id Rabu (27/12).

Menurut Angga, ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi publik dalam pengawasan Pemilu, yaitu kurangnya informasi tentang Pemilu dan Pengawasan Pemilu serta rendahnya kemampuan teknis masyarakat dalam melakukan pengawasan Pemilu.

Tekankan pencegahan pelanggaran 

“Bawaslu bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan untuk terwujudnya Pemilu yang demokratis, pendekatan dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Pencegahan berarti antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran, pencegahan juga berarti melakukan upaya agar tidak terjadi pelanggaran hukum Pemilu. Sementara penindakan dilakukan sebagai langkah nyata terhadap pelaku pelanggaran Pemilu agar yang bersangkutan mendapat sanksi hukum. (RA/yi)