Basuki: Pemanfaatan Jembatan Suramadu Belum Maksimal

INFONAWACITA.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengakui jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), Jawa Timur  belum optimal sebagai penggerak perekonomian daerah.

Basuki menilai hal ini disebabkan belum maksimalnya dalam pengembangan industri di Surabaya dan Madura. Jembatan Suramadu seharusnya punya peran ganda selain sebagai penghubung namun juga sebagai ikon wisata.

Karena pendapatan dari dua kawasan tersebut per tahunnya sekitar Rp 200 miliar, angka tersebut lebih kecil ketimbang biaya operasionalnya.

Hal ini sesuai dengan cuitan twitter resmi Kementerian PUPR yang dikutip di Jakarta, Rabu (4/1).

Untuk itu Pemerintah memastikan memfokuskan mengembangkan Pulau Madura dengan target membangun 600 hektare (ha) wilayah kaki Jembatan Surabaya- Madura (Suramadu) di sisi Bangkalan.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas di kantor Presiden membahas revitalisasi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) di Jakarta, Selasa (3/1). Basuki menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27/2008 tentang BPWS, tugas pokok badan ini adalah membangun dan mengelola wilayah kaki Jembatan Suramadu.

“Targetnya, membangun dan mengelola wilayah kaki Jembatan Suramadu yang meliputi kurang lebih 600 hektare (ha) sisi Surabaya dan kurang lebih 600 ha sisi Madura,” kata Basuki.

Dalam rakor juga diputuskan mencoret atau mengeluarkan lahan 600 ha di sisi Surabaya dari lingkup tugas BPWS. “Sisi positif dari dikeluarkannya sisi Surabaya seluas sekitar 600 ha tersebut adalahkitabisalebihfokusmembangun dan mengembangkan Madura,” kata Basuki. (HG)