Banjir Susulan di Bima Tewaskan Satu Orang

Sejumlah warga berada dekat jembatan yang ambruk diterjang banjir di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana'e Timur, Kota Bima, NTB, Kamis (22/12). Banjir yang terjadi akibat meluapnya air sungai Padolo ini melumpuhkan seluruh aktifitas warga di Bima. ANTARA FOTO/Didin/AS/foc/16.

INFONAWACITA.COM – Banjir susulan kembali menerjang wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/1). Dalam peristiwa ini, seorang warga tewas karena hanyut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H M Rum, menyebutkan sejumlah desa terdampak banjir susulan di Kecamatan Wawo. Selain itu, banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, seperti yang terjadi di Kampung Gusu dan Kampung Bugis, setinggi 30 centimeter, namun kondisi saat ini sudah surut. Pada hari yang sama, kata dia, banjir kembali terjadi di beberapa kelurahan di Kota Bima, akibat drainase yang tersumbat sampah dan lumpur pascabanjir bandang yang terjadi di daerah itu pada 21 dan 23 Desember 2016 lalu.

“Sejumlah kelurahan terendam air setinggi mata kaki orang dewasa. Tapi tidak terlalu lama dan sekarang air sudah surut,” kata Rum.

Seorang warga bernama Farida, 41, dilaporkan hanyut pada saat banjir susulan tersebut menerjang sejumlah desa di Kecamatan Wawo. “Info yang kami terima, jenazah korban ditemukan di Sungai Kombo, sekitar pukul 08.00 WITA,” kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Mataram Putu Cakra Ningrat, di Mataram, Selasa (3/1).

Basarnas Kantor SAR Mataram menerima laporan adanya orang hilang akibat banjir susulan di Wawo, pada Senin, sekitar pukul 21.00 WITA, atau tiga jam setelah banjir susulan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Dari laporan yang diterima, Faridah yang merupakan seorang petani dari Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, hanyut dibawa banjir ketika perjalanan pulang ke rumah dari sawahnya.(AR/ANT)