Bandara Haji Asan Sampit Akan Dikembangkan

Ilustrasi (foto: istimewa)

INFONAWACITA.COM –¬†Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur merencanakan untuk mengembangkan bandara. Hal ini menyusul banyaknya maskapai yang tertarik membuka rute di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah tersebut.

Salah satu maskapai yang tertarik melayani penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit adalah Citilink.

“Ini bukan kendala, tapi kita maknai sebagai motivasi bahwa kita harus mengembangkan bandara kita. Khususnya, landasan pacu harus diperpanjang dan diperlebar,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, H Fadlian Noor di Sampit, pekan lalu.

Saat ini pengguna jasa transportasi udara di Bandara Haji Asan Sampit terus meningkat. Pemerintah daerah membuka pintu seluas-luasnya bagi maskapai yang berminat beroperasi di Sampit karena makin banyak maskapai maka makin bagus bagi masyarakat selaku konsumen.

Menurutnya, manajemen Citilink menyatakan minat mereka untuk membuka penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Namun saat ini belum memungkinkan karena landasan pacu yang ada masih diperlukan pengembangan.

“Citilink menggunakan pesawat jenis airbus berkapasitas sekitar 180 tempat duduk. Pesawat jenis ini membutuhkan landasan ideal minimal 40 x 2.500 meter VCN 45, sedangkan yang ada saat ini baru 30 x 2.060 meter. Mudah-mudahan nanti ada pengembangan landasan pacu,” harap Fadlian.

Sesuai komitmen selama ini, lanjutnya, kerja sama pengembangan bandara dilakukan dengan sistem penyediaan lahan oleh pemerintah daerah, sedangkan pembangunan infrastrukturnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah diperbolehkan membantu jika memang anggaran daerah memungkinkan.

Jika pesawat jenis ini bisa beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, Fadlian memprediksi harga tiket berangsur turun. Selain imbas positif persaingan antarmaskapai, penurunan harga tiket juga bisa terjadi karena pesawat jenis airbus mampu mengangkut penumpang lebih banyak.

Saat ini penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit dilayani Sriwijaya Air, Wings Air dan NAM Air. Makin banyak maskapai maka makin menguntungkan bagi masyarakat selaku konsumen.(AR/ANT)