Bali Siap Perbaiki 1.100 Rumah Tak Layak Huni

INFONAWACITA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali serius untuk terus melanjutkan program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2017, Bali telah menganggarkan dana untuk perbaikan 1.100 unit rumah tak layak huni bagi warga miskin, yang masing-masing akan menerima Rp 30 juta.

“Masih sama dengan tahun sebelumnya, alokasi anggaran untuk satu unit rumah adalah Rp 30 juta, dengan mekanisme swakelola yakni dikerjakan oleh panitia di desa,” kata Kepala Dinas Sosial Pemprov Bali Nyoman Wenten di Denpasar, Rabu (4/1). Dijelaskan Nyoman, dari 1.100 unit rumah tak layak huni yang akan diperbaiki tersebut, sebanyak 1.000 unit untuk warga miskin dan 100 rumah untuk penderita gangguan jiwa.

Menurut Nyoman, ada tiga kabupaten yang menjadi prioritas perbaikan rumah yakni Kabupaten Karangasem, Buleleng dan Bangli. “Ini berdasarkan Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 oleh BPS, di tiga kabupaten tersebut tercatat paling banyak warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Mengacu pada PBDT 2015, di Bali ada 1.682 KK yang masih menempati rumah tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, yang terbanyak ada di Kabupaten Karangasem (568 KK), Kabupaten Buleleng (566 KK), dan di Kabupaten Bangli (414 KK). Untuk enam kabupaten lain jumlahnya bervariasi dan tidak mencapai 50 KK. Dengan 1.000 bedah rumah dari pemerintah provinsi, ditambah dengan alokasi bedah rumah dari tiga kabupaten (Buleleng, Karangasem, dan Bangli) masing-masing 100 unit, dan juga bantuan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan), Nyoman mengharapkan persoalan rumah tak layak huni di Bali dapat dituntaskan tahun 2017.

“Data warga miskin perlu terus dimuktahirkan dan dievaluasi,” ucapnya. Sedangkan 100 unit bedah rumah untuk penderita gangguan kejiwaan di daerah itu, dengan harapan mereka dapat bebas dari pemasungan. Menurut Nyoman, untuk rumah bagi penderita gangguan jiwa, pada pintu dan jendelanya akan dipasang terali besi. Dengan demikian, penderita gangguan jiwa bisa lepas dari pemasungan, namun tidak mudah kabur dari rumah.

“Jika mereka bisa lebih bebas bergerak dan bisa lepas dari pasungan, mudah-mudahan kesehatannya akan menjadi lebih baik dan mempercepat pemulihan kejiwaannya,” katanya. Bantuan bedah rumah untuk orang penderita gangguan jiwa itu, bukan untuk pertama kalinya diluncurkan oleh Pemprov Bali. Bantuan serupa sudah pernah digulirkan pada 2011, 2012 dan 2013.(AR/ANT)