Aplikasi E-Tani Putus Mata Rantai Tengkulak, Petani Untung

sumber: etani.co.id

INFONAWACITA.COM – Davyn Sudirjo membuat aplikasi E-Tani yang menjadi wadah e-commerce bagi 200 kelompok tani di Indonesia. Menurutnya, E-Tani mampu memutus mata rantai tengkulak dalam pendistribusian hasil pertanian.

Davyn menceritakan, aplikasi tersebut ia buat karena kegelisahannya tentang masalah pertanian yang ada di salah satu desa terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak umur 12 tahun Davyn memang tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa di NTT. Sejak saat itulah ia melihat tengkulak menjadi masalah serius terkait kecilnya pendapatan petani.

“Para petani miskin karena ada jalur distribusi sangat panjang, jadi harus dikontrol tengkulak,” kata Davyn dalam sebuah diskusi bertajuk Perang Teknologi Generasi Milenial yang diselenggarakan di DPP Taruna Merah Putih Jakarta pada Kamis (30/11).

Akhirnya, ia pun belajar coding internet secara otodidak. Kemudian, Davyn pun mengaku sempat mengikuti magang di salah satu perusahaan IT di Jepang. Hingga pada Oktober 2016 ia menciptakan aplikasi E-Tani.

Keuntungan lebih besar bagi petani

Davyn mengungkapkan jika para petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar sekitar 15 hingga 25 persen dari penjualan hasil taninya melalui E-Tani. Hal ini karena mereka sudah tidak mesti lagi harus menitipkan hasil tani ke para tengkulak. Saat ini sudah 200 kelompok petani yang ditampung oleg E-Tani dengan perkiraan 1 kelompoknya terdapat 10 hingga 20 petani.

Namun, ia pun tidak memungkiri jika saat ini masih banyak wilayah Indonesia yang belum terjangkau internet. Maka pemuda 16 tahun ini pun mengakalinya dengan menaruh admin-admin di beberapa daerah yang nantinya menerima penawaran dari petani terkait dengan informasi hasil tani yang dikirim melalui pesan singkat.

“Kita harus fleksibel karena infrastruktur belum memadai. Petani kan memang banyak yang belum punya internet dan smartphone tapi mereka semua pasti punya handphone yang basic bisa sms, jadi mereka tinggal kirim harga dan stock, foto tinggal kita yang meng-upload,” kata Davyn menjelaskan usai acara.

Jangkauan E-Tani

Saat ini, menurut Davyn, sudah beberapa daerah di Indonesia yang terjangkau oleh E-Tani, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lombok. Saat ini ia pun fokus pada daerah-daerah di bagian timur Indonesia untuk dapat menjangkau hasil tani dari petani lokal Indonesia bagian timur.

Maka dari itu ia pun berharap sangat besar pada program Palapa Ring yang saat ini tengah dikejar pemerintah untuk keterjangkauan internet di seluruh Indonesia.

“Harapannya bisa mencakup seluruh Provinsi di Indonesia dan menjadi lokal market place, dimana orang bisa melihat dan beli langsung produk unggulan tani di setiap wilayah Indonesia. Jadi tidak usah lagi dibeli dari Jakarta yang punya waktu lama untuk dikirim,” ujar Davyn.

Seperti diketahui pada 21 Juli 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun 2017-2019 sebagaimana tautan Perpres Nomor 74 Tahun 2017 dan lampiran Lampiran Perpres Nomor 74 Tahun 2017. (DS/yi)