Ancaman dan Bahaya Rokok, Kementerian PPPA: Selamatkan Anak dan Perempuan

Kementerian PPPA selamatkan anak dan perempuan dari bahaya rokok (Foto: Kementerian PPPA)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), telah menetapkan pengendalian rokok sebagai salah satu program prioritas. Hal ini disebabkan tingginya jumlah anak yang terkena dampak bahaya rokok di Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun merupakan perokok aktif . Jumlah perokok usia anak (di bawah usia 18 tahun) juga meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 8,8 persen pada 2016.

“Fakta yang juga mengkhawatirkan, yaitu 34,71 persen anak usia 5-17 tahun diketahui menghisap lebih dari 70 batang rokok perminggu,” ungkap Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam sambutannya pada acara 12th Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Nusa Dua, Bali pada Kamis (13/9/2018).

Menteri Yohana juga menambahkan, bahwa sekitar 33 persen siswa laki-laki dan 17 persen dari seluruh jumlah siswa di Indonesia, merokok untuk pertama kali pada usia di bawah 13 tahun, umumnya di bangku sekolah dasar.

Selain itu, masih berdasarkan data Kemenkes, sekitar 49 persen atau 43 juta dari total 87 juta anak di Indonesia telah terpapar asap rokok (perokok pasif). Sekitar 11,4 juta atau 27 persen diantaranya, merupakan anak berusia di bawah 5 tahun atau balita.

“Tembakau maupun rokok merupakan zat berbahaya, yang berdampak buruk bagi kesehatan anak di masa depan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Dampak penggunaan rokok akan dirasakan 15-20 tahun mendatang, saat anak menginjak usia produktif,” kata Yohana dalam KemenPPPA.

Peningkatan perlindungan anak dan perempuan

Kemen PPPA terus mendorong pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan melalui pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak.

Mengingat perempuan merupakan kunci dalam mencetak generasi emas yang sehat dan berdaya saing di masa mendatang, perempuan harus berdaya dan mampu melindungi diri maupun anak dan keluarganya dari bahaya rokok.

Terkait pengendalian rokok, Kemen PPPA telah melakukan Kampanye “Anak Indonesia Hebat Tanpa Rokok” sejak tahun 2017, yang diikuti ribuan anak usia 13-17 tahun. (RA)